ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

PLN Percepat Listrik Desa di Manggarai Timur, Kolaborasi dengan KPH Jadi Kunci Proyek

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
UPK
PLN Percepat Listrik Desa di Manggarai Timur, Kolaborasi dengan KPH Jadi Kunci Proyek ( Ist)

MANGGARAI, fokusnusatenggara.com  —  PT PLN (Persero) terus mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke wilayah terpencil di Nusa Tenggara Timur. Salah satunya melalui pembangunan jaringan listrik menuju Dusun Ajang, Desa Rana Kolong, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, yang kini kembali dipercepat berkat kolaborasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Manggarai Timur.

Sinergi tersebut menjadi solusi atas tantangan pembangunan jaringan listrik yang melintasi kawasan hutan. Melalui survei lapangan bersama yang dilakukan Rabu (1/7/2026), PLN UP2K Flores, KPH Manggarai Timur, dan mitra pelaksana PT Crisna Pratama Teknik menyepakati langkah teknis agar proyek dapat berjalan tanpa mengabaikan aturan kehutanan.

Pembangunan jaringan listrik itu merupakan bagian dari komitmen PLN menghadirkan energi yang merata bagi masyarakat di wilayah yang selama ini belum menikmati layanan listrik secara optimal.

Baca Juga :  Pemprov Rancang Konsep NTT Mart, Jadi Pusat Produk dan Kuliner Khas Daerah di Seluruh Kota Indonesia

Adapun pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4,90 kilometer sirkuit, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 10,75 kilometer sirkuit, serta pemasangan dua gardu distribusi berkapasitas masing-masing 100 kVA.

Manager PLN UP2K Flores, Reza Eka Putra, mengatakan dukungan KPH Manggarai Timur menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian proyek di lapangan tanpa mengesampingkan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Pelajaran dari Kekisruhan Pergub 33, Ketika Birokrasi Menyalahkan “ Salah Ketik “

“Kolaborasi ini menjadi fondasi penting bagi kami. PLN berkomitmen penuh menghadirkan listrik yang andal dengan tetap menaruh hormat yang tinggi terhadap kelestarian ekosistem hutan di Flores,” kata Reza.

  • Bagikan