ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dua Remaja Diamankan Polisi Terkait Pelemparan Batu yang Menewaskan Sopir Pick Up di Fatuleu

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
cam
Dua Remaja Terduga Pelaku Pelemparan Batu yang Tewaskan Sopir Pick Up ( Ist )

KUPANG, fokusnusatenggara.com  —  Tim gabungan Polres Kupang dan Polsek Fatuleu berhasil mengamankan dua remaja yang diduga terlibat dalam kasus pelemparan batu terhadap sebuah mobil pick up di ruas Jalan Timor Raya Kilometer 45, Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Aksi tersebut menyebabkan pengemudi kendaraan, Marvel Mbau, meninggal dunia akibat luka berat di bagian kepala.

Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial MYR (16) dan AT (16). Keduanya diamankan pada Jumat (26/6/2026) sore di rumah mereka di Desa Tolnaku dan Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, sebelum dibawa ke Mapolsek Fatuleu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K., S.H., melalui Kapolsek Fatuleu Iptu Markus Tameno mengatakan, penangkapan dilakukan setelah penyidik mengumpulkan barang bukti serta memeriksa delapan saksi yang bersama kedua remaja tersebut pada malam kejadian.

Baca Juga :  Bawa Kasus ke KPK, ARAKSI Laporkan Bupati Malaka dan Ketua Dewan

“Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, kedua remaja tersebut diduga kuat melakukan pelemparan batu ke arah kendaraan pick up yang dikemudikan korban hingga mengakibatkan korban mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia,” ujar Iptu Markus Tameno.

Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 20.00 WITA saat kedua terduga pelaku bersama sejumlah rekannya mengonsumsi minuman keras di rumah salah seorang teman mereka. Sekitar pukul 23.00 WITA, mereka menghadiri pesta pernikahan di Dusun Batukarang, Desa Camplong II.

Baca Juga :  Dua Anggota Polres TTU Yang Diduga Terlibat Mafia Ilegal Logging Akan Ditindak Tegas Jika Terbukti

Usai meninggalkan lokasi pesta sekitar pukul 02.00 WITA, AT sempat mengajak teman-temannya melempar kendaraan yang melintas. Namun ajakan tersebut tidak direspons hingga rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Naunu.

  • Bagikan