ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sadis ! Gegara Menolak Berhubungan Badan, Eliaser Rao Bunuh Isterinya Rosalina Hala, Dini Hari di Kabupaten TTS

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

SOE, fokusnusatenggara.com — Kalau Rosalina Hala ( 39 ) harus menghadap sang ilahi Rabu dini hari Rabu 5 Februari 2025 lalu di RT006/RW003, Dusun 02  Desa Mnesat Bubuk, Kecamatan Polen, Kabupaten TTS, NTT tentu bukan karena Bunda Salah Mengandung. Tetapi dia dibunuh suaminya Eliaser Rao ( 38 ) hanya karena menolak ajakan untuk berhubungan intim suami isteri. Korban berdalih capai dan mengantuk.

Kapolres TTS, AKBP Sigit Harimbawan melalui Kapolsek Polen, Iptu I Ketut Darsana membenarkan peristiwa tragis ini. Disebutkan pihaknya menerima laporan tersebut dari Kepala Dusun 04, Desa Mnesat Bubuk, Yohanis Sanam pada Kamis 06 Februari 2025 sekira pukul 09.00 Wita.

Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya bersama Tim Identifikasi dari Satreskrim Polres TTS melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi kemudian langsung menangkap pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Baca Juga :  Polda NTT Ungkap Penyelewengan 180 Ribu BBM Subsidi di Manggarai Barat

“Dari keterangan yang diperoleh, peristiwa itu terjadi pada Rabu 05 Februari 2025 sekira pukul 21.00 Wita, pelaku dan korban ini suami istri. Mereka tidur bersama kedua anak di dalam kamar,” kata Iptu I Ketut Darsana seperti dilansir Tribrata.tv dan dikutip koranmedia.com pada Jumat 7 Februari 2025.

Iptu Ketut menjelaskan sekitar pukul 23.00 Wita, kedua anak mereka dalam keadaan tertidur pulas sehingga pelaku kemudian bangun dan mengajak korban untuk berhubungan badan. Namun korban menolak dengan alasan bahwa dirinya sudah lelah (ngantuk), namun pelaku terus mencoba merayu korban dengan cara memaksa.

Baca Juga :  Terpidana Kasus Korupsi Pacuan Kuda Lifubatu,Nelson Lay Dieksekusi Kejari Kupang

“Tetapi korban tetap menolak sehingga pelaku tersulut emosi kemudian langsung keluar dari kamar dan mengambil dua buah parang yang terselip di dinding kamar.”katanya.

Setelah mengambil parang tersebut, pelaku langsung menebas tubuh korban secara membabi buta dengan berulang kali hingga korban meninggal dunia.

“Mendengar suara ribut, anak mereka yang berusia 9 tahun terbangun dan langsung memeluk ibunya yang berlumuran darah. Akibatnya anaknya juga ikut terkena tebasan parang pada bahu sebelah kiri.”ungkapnya.

Baca Juga :  Polda NTT Limpahkan Opa Kung dkk Tersangka Pelecehan Seksual Sesama Jenis ke Kejari Kupang

Seusai membunuh sang istri, Iptu Ketut berujar, pelaku mencoba bunuh diri dengan mengambil sebilah pisau untuk menikam dirinya. Namun, upaya dari palaku itu gagal. Pelaku kemudian duduk di samping korban sambil menangis.

  • Bagikan