ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Polsek Tasifeto Timur bersama Tim Gabungan Temukan Jasad Auria Keluarga Tolak Otopsi

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com Anggota Polsek Tasifeto Timur bersama tim gabungan berhasil menemukan jasad Auria Da Costa Montero (60) Selasa 27 Januari 2025. Korban ditemukan setelah hilang terseret banjir bandang pada Minggu 26 Januari 202 lalu.

Kapolres Belu, AKBP Benny Miniani Arief, S.I.K melalui Kapolsek Tasifeto Timur, Ipda Yusran yang memimpin langsung pencarian ini mengungkapkan, Jasad korban ditemukan pertama kali oleh masyarakat di dalam sungai kecil dalam posisi tertelungkup diatas tumpukan kayu dan sekujur tubuhnya berlumuran lumpur.

Setelah di masukkan kedalam kantong mayat, pihaknya bersama Basarnas Atambua dan anggota Babinsa Koramil Wedomu, langsung membawa jasad korban menuju rumah duka.

Baca Juga :  Kepala SLBN Lewoleba Mery Fidelisia Ose Jadi Tersangka Korupsi, Ditahan Penyidik Kejari Lembata

“Korban ditemukan sekitar pukul 09.30 wita oleh salah satu warga setempat bernama Siprinaus Lau. Usai mendapat informasi dari warga, kami bersama tim gabungan langsung berangkat menuju lokasi penemuan. Setelah dilakukan pengecekan ternyata betul merupakan korban yang hanyut terbawa banjir yang sudah dalam keadaan meninggal Dunia ,” kata IPDA Yusran.

“Korban kita temukan dalam posisi tertelungkup diatas tumpukan kayu dan sekujur tubuhnya berlumuran lumpur. Setelah kita keluarkan dari sungai, jasad korban kita masukan dalam kantong mayat dan kemudian mengevakuasi jasad korban kerumah duka ,”tambahnya.

Terkait kejadian tersebut Ipda Yusran menyebutkan keluarga dari korban Auria Da Costa Montero menolak di lakukan autopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah.

Baca Juga :  Kirim Chat Mesum dan Video Call Porno Ke Mawar : Adi Ditangkap dan Ditahan Polisi

“Setelah tiba dirumah duka, kita sampaikan belasungkawa dan serahkan jasad Almarhum ke keluarga. Atas peristiwa ini, Keluarga korban menerima dan menolak dilakukan otopsi terhadap jasad korban dengan membuat surat pernyataan penolakan otopsi dan surat Pernyataan menerima kematian korban sebagai musibah ,” sebut Ipda Yusran.

“Dengan sudah dtemukan jasad korban maka pencarian korban secara otomatis kita hentikan. Kami atas nama bapak Kapolres Belu mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak baik dari Basarnas, Brimob, Babinsa dan masyarakat yang selama 3 hari terakhir, kami tidak kenal lelah bersama-sama melakukan pencarian dan Alhamdulillah korban akhirnya ditemukan ,”katanya.

Baca Juga :  Breaking News!  Kajati dan Wakajati NTT Diganti, Shirley Manutede Jabat Kajari Kota Kupang

Ipda Yusran menguraikan kejadian bermula ketika dua saksi mata, Desembriana (10) dan Kelvin (12 yang sedang menuju sawah, melihat korban hanyut di sungai kecil yang sedang meluap akibat banjir.

“Menurut keterangan dari kedua Saksi, saat itu keduanya hendak kesawah menyusul orang tua mereka. Pada saat di TKP tepatnya di Sungai (Kali kecil), kedua Saksi tidak berani menyebarangi sungai karena arusnya besar dan keduanya duduk di tepi sungai ,” Ipda Yusran.

  • Bagikan