“Tidak lama kemudian kedua saksi melihat korban di sungai sudah hanyut terbawa banjir dengan memeluk sebuah kayu Melihat kejadian tersebut, kedua saksi kembali melaporkan kejadian tersebut ke keluarga korban dan anggota kita bhabinkamtibmas desa Fatubaa,”tambahnya.
Usai menerima laporan, Kapolsek Tastim bersama anggota yang juga diback up personel Polres Belu, Brimob Batalyon A Pelopor dan Basarnas Atambua langsung bergerak melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang sungai yang menjadi lokasi hilangnya korban karena terseret banjir bandang.
“Pencarian kita lakukan dari siang hingga malam hari namun hanya ditemukan sebuah pakaian yang diduga milik korban. Karena sudah larut malam dan situasi tidak memungkinkan, pencarian dihentikan sementara dan kita rencanakan dilanjutkan senin pagi ,” jelas Kapolsek Tastim.
Keesokan harinya, senin (27/01/2025), aparat gabungan dari Polsek Tastim, Brimob, Basarnas dan Samapta Polres Belu, melakukan pencarian korban dengan berjalan kaki menyisir bantaran sungai dan bendung Haektrit dengan menggunakan perahu karet.
Akibat cuaca buruk, Pencarian korban yang dilakukan dari pagi hingga sore hari terpaksa dihentikan dan keesokan harinya selasa (28/01/2025), korban akhirnya ditemukan di sungai yang cukup jauh dari lokasi awal kejadian dalam kondisi meninggal dunia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











