ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wisuda Unwira Kupang, Gubernur Minta Lulusan Aktualisasikan Ilmu Untuk Solusi Pembangunan

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan
Wisuda Unwira Kupang, Gubernur Minta Lulusan Aktualisasikan Ilmu Untuk Solusi Pembangunan ( Istimewa)

Sementara itu, Rektor Unwira Kupang, Pater Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., M.A, menyampaikan dari total 489 lulusan, lebih dari 50 persen berhasil menyelesaikan program sarjana dalam kurun waktu 7 semester, dan pascasarjana dalam 3 semester. Serta 229 lulusan di antaranya meraih predikat cum laude.

“Ini merupakan capaian luar biasa yang menunjukkan kualitas proses pendidikan di Unwira yang semakin baik dan kompetitif,” ungkapnya.

Rektor juga menyoroti berbagai pencapaian institusi, termasuk diraihnya akreditasi ’unggul’ oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, yang menjadi prodi pertama di Unwira dengan status tersebut. Selain itu, Unwira juga kini membuka Program Studi Magister (S2) Hukum sebagai bagian dari pengembangan akademik.

Baca Juga :  Imam Wahyudi : Soal Kemerdekaan Pers, Indonesia Kalah Dari Brunai

Menurut Rektor, capaian tersebut merupakan bukti komitmen Unwira dalam meningkatkan mutu pendidikan, penguatan riset, serta pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam pesannya kepada para lulusan, Rektor menegaskan bahwa wisuda adalah awal dari perjalanan baru sebagai pembelajar sepanjang hayat. Ia memperkenalkan prinsip hidup “3T” sebagai pedoman bagi lulusan dalam menghadapi kehidupan ke depan, yakni tahu diri, tahu waktu, dan tahu tempat.

Baca Juga :  Gubernur NTT Minta OPD Maksimalkan Potensi PAD, TPP ASN Terancam Ditiadakan

“’Tahu diri’ berarti mengenali potensi dan keterbatasan diri untuk terus belajar dan tidak berpuas diri atas gelar saat ini. ‘Tahu Waktu’ berarti mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Jadilah generasi yang adaptif, produktif dan inovatif. Serta ‘tahu tempat’ berarti mampu menempatkan diri secara bijak dalam setiap situasi serta menjadi solusi dari tantangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Gubernur NTT : Prestasi Nono Bisa Jadi Contoh dan Inspirasi Anak NTT 

Pater Stefanus juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, etika, dan semangat pengabdian. Ia mendorong para lulusan untuk menjadi pribadi yang membawa solusi, bukan masalah, serta mampu menghargai perbedaan dan menjadi pembawa damai di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Rektor Unwira menekankan pentingnya semangat kewirausahaan. ”Lulusan Unwira diharapkan menjadi job creator, bukan sekadar job seeker, dengan memanfaatkan kreativitas dan inovasi untuk menciptakan peluang baru,” katanya

 

  • Bagikan