“Total ada 66 siswa yang dilaporkan kepada saya, saat ini ada 18 siswa yang dirawat, tetapi yang kita lihat semua bagus. Semua sudah segar, ceria, nadinya sudah baik,” ujarnya
Terkait gejala, Walkot Kupang mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari para siswa bahwa mereka mencret hingga 3-4 kali sejak malam Senin (21/7/2025).
“Jadi kemungkinan makannya dari kemarin siang (Senin, 21/7/2025, red). Nanti kita telusuri kembali apa yang membuat mereka mencret. Apakah dagingnya, sayurnya, atau nasinya,” ujarnya
Menanggapi perkataan para siswa yang merasakan mbg pada Senin (21/7/2025) sudah tidak layak untuk di konsumsi, Wali Kota Christian mengatakan masih menunggu diagnosa lebih lanjut.
“Saat ini tunggu diagnosa, baru ditelusuri, kan harus ada tindak lanjut, tidak boleh hanya disini saja,” ujarnya
Sementara itu, Kadis P dan K Kota Kupang di SMPN 8 Kota Kupang mengatakan sebanyak 101 siswa yang merasakan gejala keracunan dan telah dilarikan ke tiga rumah sakit yaitu Rumah Sakit S.K Lerik, Rumah Sakit Siloam dan Rumah Sakit Mamami.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











