ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Brimob Maumere Masuk Sekolah, Edukasi Pembinaan Mental dan Karakter Peserta Didik

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

MAUMERE, fokusnusatenggara.com – Regu Patroli Jarak Jauh (PJJ) Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT  mendatangi SMPN Kolisia di Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Sabtu, 12 Oktober 2024.

Kedatangan Brimob yang dipimpin Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor, AKP Agustinus Silvester itu disambut hangat oleh Kepala SMPN Kolisia, Kristina Deran Duli bersama para guru dan peserta didik. Hadir pula Penjabat Kepala Desa Kolisia B, Tharsisius Yoris.

“ Kegiatan ini merupakan proses penting dalam membantu remaja usia sekolah memahami norma-norma sosial, nilai-nilai, dan perilaku yang diharapkan dalam masyarakat. Selain itu untuk mengedukasi pembinaan mental dan karakter bagi peserta didik ,” kata AKP Agustinus Silvester seperti dilansir Ekorantt.com

Baca Juga :  Belajar Dengan Metode Daring, SMAK Giovani Gunakan Empat Aplikasi

Agus mengatakan, kegiatan ini merupakan proses penting dalam membantu remaja usia sekolah memahami norma-norma sosial, nilai-nilai, dan perilaku yang diharapkan dalam masyarakat.

“Dengan tujuan untuk mencegah atau mengurangi perilaku kenakalan remaja yang dapat merugikan mereka dan orang lain.”

Adapun poin penting yang menjadi penekanan dari Wadanyon B Pelopor yakni, remaja perlu memahami norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat, seperti etika, moralitas, dan tata tertib.

Baca Juga :  Bupati Kupang Ajak Lembaga Keagamaan Kolaborasi Membangun Daerah

“Mereka harus tahu apa yang dianggap sebagai perilaku yang benar dan salah,” ujarnya.

Keluarga memiliki peran besar dalam sosialisasi kenakalan remaja. Orangtua harus membuka komunikasi dengan anak-anak mereka, mendengarkan perasaan mereka, dan memberikan panduan tentang perilaku yang diharapkan.

Kemudian, sekolah dan lembaga pendidikan juga berperan dalam sosialisasi. Mereka harus memberikan pembelajaran tentang nilai-nilai, etika, dan tanggung jawab sosial kepada siswa.

Baca Juga :  Natal Bersama Alumni Givans’02 Dirayakan Bersama Anak Panti Asuhan

Teman sebaya dapat memengaruhi perilaku remaja. Sosialisasi harus mencakup kesadaran akan dampak dari memilih teman yang positif dan menghindari kelompok yang terlibat dalam perilaku kenakalan.

Selanjutnya masyarakat berperan dalam sosialisasi kenakalan remaja.

Menurut Agus, program-program pencegahan kenakalan remaja dan sumber daya harus tersedia dan diakses oleh remaja dan keluarga mereka.

Sosialisasi kenakalan remaja harus bersifat holistik, mencakup berbagai aspek kehidupan remaja dan melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga, sekolah, komunitas, dan lembaga pendidikan.

  • Bagikan