Lebih jauh, Gubernur Melki menjelaskan berbagai kebijakan daerah yang merefleksikan semangat tersebut, seperti Gerakan Beli NTT, Program One Village One Product (OVOP), dan NTT Mart.
Seluruh inisiatif ini bertujuan membangun inovasi dari bawah, dari masyarakat, desa, dan budaya sendiri tanpa menyalin mentah model dari luar.
Gubernur Melki menyampaikan keyakinannya bahwa konferensi ini akan melahirkan gagasan strategis dalam penguatan e-government, kolaborasi lintas sektor, dan tata kelola publik berkelanjutan.
Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya memperkuat jaringan profesional, tetapi juga mengangkat citra Kota Kupang dan Universitas Nusa Cendana sebagai pusat pengetahuan dan inovasi kebijakan publik di Kawasan Timur Indonesia.
“Kita ingin NTT tidak hanya menjadi penerima gagasan, tetapi juga penyumbang ide dan praktik baik bagi Indonesia dan dunia,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Melki menegaskan pentingnya menggabungkan tradisi dan inovasi sebagai kekuatan untuk membangun masa depan administrasi publik yang lebih manusiawi dan berkeadilan.
“Dari Kupang, dari bumi Flobamorata, mari kita kirimkan pesan kepada dunia kemajuan sejati lahir dari keseimbangan antara tradisi dan inovasi,” cetusnya.
Indonesian Association for Public Administration (IAPA) merupakan organisasi profesi akademisi dan praktisi administrasi publik di Indonesia yang berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang inovatif, transparan, dan berbasis nilai.
Tahun ini, IAPA menggandeng Universitas Nusa Cendana sebagai tuan rumah penyelenggaraan konferensi internasional yang melibatkan peserta dari berbagai negara di Asia dan Eropa, serta menghadirkan hasil riset, publikasi ilmiah, dan forum kolaborasi untuk penguatan sektor publik kelas dunia.
Konferensi tahunan Indonesian Association for Public Administration (IAPA) tahun ini mengusung tema: “Indigenous Public Administration: Bridging Tradition, Innovation, and Governance for a World-Class Public Sector.”
Acara ini menjadi forum ilmiah internasional bagi para pakar, pejabat, dan praktisi administrasi publik dari berbagai negara untuk mendiskusikan gagasan reformasi tata kelola pemerintahan berbasis inovasi, kearifan lokal, dan teknologi digital. +
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











