ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Danrem 161/Wirasakti : Anggota TNI Akan Jadi Garda Terdepan Wujudkan Program Asta Cita, Swasembada Pangan

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Kalau sapi dilepas begitu saja, kualitasnya rendah, kurus. Tapi kalau dikandangkan, diberi makan teratur dan perawatan baik, hasilnya berbeda. Itu yang kami tunjukkan kepada masyarakat,” kata mantan IRUT-7/BINJAHRIL ITPERS ITJENAD ini.

Ia menjelaskan, tak hanya prajurit, para istri TNI yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana juga ambil bagian. Mereka memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur dalam polybag atau hidroponik. Bahkan, sebagian hasilnya dijual ke pasar atau saat car free day di Kupang.

“Selain menambah penghasilan, kegiatan ini juga memberi contoh bahwa lahan sempit pun bisa produktif,” tambahnya.

Baca Juga :  Pesan Apel Nusantara Di Sikka, Bhineka Tunggal Ika Harga Mati

Di beberapa Kodim, lanjut Brigjen Hendro, praktik ini berkembang lebih maju. Ada Babinsa yang berhasil mengembangkan hidroponik hingga sayurnya dibawa ke Kupang untuk dijual. Tidak hanya membantu ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar.

Lebih jauh, program tumpangsari juga mulai diterapkan. Masyarakat diajak menanam jagung, sayur, dan tanaman perkebunan secara bersamaan. Konsep agroforestry pun dilirik untuk pengelolaan lahan berkelanjutan.

Baca Juga :  PT Tangguh Media Nusantara Gelar FGD Soal Ketahanan Pangan

Ke depan, peran TNI AD di NTT untuk program swadembada pangan diperkirakan akan semakin besar. Pada 2026, direncanakan akan dibentuk Kodam baru di wilayah Timor. Kehadiran satuan ini diharapkan memberi dampak ekonomi signifikan.

“Dengan adanya Kodam baru, perputaran ekonomi masyarakat akan meningkat. Prajurit dan keluarganya akan menjadi bagian dari kehidupan sosial ekonomi di daerah,” ungkap Danrem.

Baca Juga :  Pelda Chrestian Namo Diperiksa Denpom IX/Kupang Karena Diduga Kumpul Kebo

Dari sumur bor hingga hidroponik, dari pendampingan petani hingga rencana besar pembangunan Kodam, wajah dukungan Korem 161/Wirasakti terhadap program ketahanan pangan terlihat jelas.

“Bukan sekadar wacana, tetapi sudah menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat,” tuutup Brigjen Hendro.

  • Bagikan