ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pj. Bupati Kupang dan Ketua Sinode GMIT Resmikan Gedung Gereja Paulus Oepoli

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Sementara itu Pendeta Samuel Pandie dalam Suara Gembalanya mengatakan, Kristus haruslah tetap menjadi inti dari Gereja, bukanlah gedung Gereja yang megah,  ataupun Pendeta maupun Jemaat. Dilanjutkan, setelah gedung Gereja selesai dibangun, maka persekutuan antar Jemaat di Gereja Paulus Oepoli harus semakin ditingkatkan.

“Dewasa ini Jemaat GMIT dituntut untuk menjadi Jemaat yang adaptif, yang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan zaman dengan tetap berpegang pada ajaran Kristus, itulah panggilan kita saat ini. Gedung Gereja ini dibangun cukup lama, artinya Tuhan mau agar Jemaat belajar untuk meningkatakan pelayanan dan persekutuan, sampai gedung Gereja selesai dikerjakan”, ujar Pendeta Pandie.

Pendeta Samuel Pandie juga mengingatkan Jemaat Paulus Oepoli, di Kabupaten Kupang saat ini memasuki masa-masa politik, karena itu walaupun kita berbeda pilihan namun kebersamaan dan kekeluargaan harus tetap dijaga. Dimintanya Jemaat Paulus Oepoli dan seluruh masyarakat Kabupaten Kupang pada umumnya untuk menghindari politik uang dan tak lupa berdoa sebalum memilih, serta menginstruksikan semua Pendeta diseluruh GMIT untuk tidak menggunakan fasilitas Gereja untuk kepentingan politik.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Kupang Tandatangani Nota Kesepahaman Dengan 6 Lembaga

“Kemiskinan, tingkat kesejhateraan, dan stunting masih menjadi masalah sosial bagi Jemaat untuk diatasi. Mari kita menjadi Gereja yang membebaskan, dan menumbuhkan SDM-SDM yang hebat dari dalam Gereja, yang mampu menjadi berkat bagi sesama”, tutup Pendeta Samuel Pandie.

Gedung Gereja Paulus Oepoli sendiri seperti disampaikan Ketua Majelesi Jemaat Paulus Oepoli, Pendeta Yahonis Sonbanu, dibangun secara bertahap dalam waktu yang cukup lama, yaitu semenjak tahun 1984.

Baca Juga :  Alexon Lumba : Peran Klasis Vital dalam Atasi Tantangan Jemaat di Kabupaten Kupang

Sementara Kebaktian peresmian dan penthabisan itu sendiri dipimpin oleh Pendeta Melki Ullu

Turut menghadiri pengresmian gereja tersebut, Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kupang, Sorta Lumba – Turnip, Ketua Klasis Amfoang Utara, Pendeta Yakob Piter Rafael Mooy Ressa, para Pendeta se- Klasis Amfoang Utara, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kupang Teldi Sanam, Kepala BPKAD Kabupaten Kupang Okto Tahik, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang Yoel Laitabun, Kepala Dinas Perijinan Kabupaten Kupang Guntur Taopan, Kepala Dinas Kearsipan Kabupaten Kupang Kain Maus, Kasat Pol PP Kabupaten Kupang Richard Benu, dan warga Jemaat setempat.

  • Bagikan