ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menyulam Harapan di Desa Panite Kabupaten Timor Tengah Selatan

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

SOE, fokusnusatenggara.com —  Hari menjelang sore saat iring-iringan kendaraan dinas Gubernur NTT bersama rombongan tiba di Desa Panite, Kecamatan Kot’olin, Kabupaten Timor Tengah Selatan pada Sabtu, (30/8/2025).

Terpaut jarak 165 km dari Kota Kupang, perjalanan menuju Desa Panite ditempuh dalam waktu kurang lebih empat jam. Akses menuju desa ini sebenarnya bisa melewati cabang Oinlasi di Niki-Niki (jalur Timor Raya) tapi jarak tempuhnya 40 menit lebih lambat. Rombongan memilih melintasi jalur selatan, melewati Kolbano.

Selepas tanjakan Puskesmas Hoibeti, iring-iringan kendaraan menurun perlahan menuju Desa Panite. Di Simpang Lilin desa ini, rombongan lalu diarahkan mangambil jalur kanan menuju kebun jagung milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tafena Kuan, Desa Panite.

Kedatangan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena bersama rombongan ini untuk menghadiri acara Panen Simbolis Hasil Pertanian (Jagung Tematik Desa) yang diselenggarakan oleh BUMDES Tafena Kuan.

Baca Juga :  Peringatan Hari Perhubungan Nasional Tingkat Provinsi NTT

Acara Panen Simbolis ini menurut Gubernur Melki Laka Lena bukan sekadar seremoni. Kegiatan ini mengandung gagasan strategis yang menjadikan jagung sebagai simbol pembangunan desa. Jagung bagi orang Timor bukan sekedar bahan pangan atau komoditas ekonomi belaka. Jagung adalah identitas budaya yang berperan penting di kehidupan sosial budaya.

Gubernur Melki Laka Lena mengapresiasi kerja-kerja produktif yang dilakukan oleh BUMDes Tafena Kuan, Desa Panite dalam mengoptimalkan potensi desa ini. Menurutnya, BUMDes harus bertindak sebagai pengelola produktif dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki masing-masing desa.

Inhard Kase, Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kot’olin, saat diwawancarai mengatakan, jagung yang dipanen di lahan seluas 4 Ha ini adalah percobaan perdana yang dilakukan oleh BUMDes Tafena Kuan untuk periode tanam musim panas.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Dorong Penguatan Satgas Penanganan PMI Ilegal

“Ini pertama kali coba tanam di musim panas. Hasilnya lumayan bagus. Perkiraan hasil produksinya untuk 1 hektar bisa  dapat 3,2 Ton hasil ubinannya,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Yohanes Oktavianus, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT yang diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Nikson Balukh, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi NTT, Viktor Manek, Bupati Timor Tengah Selatan, Camat Kot’olin dan 25 Kepala Desa tetangga yang ada di Kecamatan Kot’olin.

Berdialog dengan Masyarakat Desa Panite

Usai melakukan Panen Simbolis, Gubernur Melki Laka Lena bersama rombongan bergerak menuju Halaman Kantor Desa Panite. Kedatangannya disambut hangat oleh masyarakat setempat dengan Natoni (sapaan adat). Selain itu, kepada Gubernur Melki juga dikenakan pakaian adat lengkap khas masyarakat setempat.

Baca Juga :  Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono Serahkan Sertifikat Tanah Untuk Warga Eks Timor Timur

Antusiasme masyarakat luar biasa menyambut kedatangan Gubernur NTT. Kendati hari sudah malam, masyarakat yang datang dari berbagai kampung di Desa Panite memadati halaman Kantor Desa.

Maria Talaen, Warga Dusun B Desa Panite mengungkapkan rasa bangganya karena untuk kesekian kalinya desa ini dikunjungi oleh Melki Laka Lena, jauh sebelum menjadi Gubernur NTT.

“Katong senang. Bapa tua (Melki Laka Lena) su (sudah) datang berapa kali di sini. Dulu sebelum jadi Gubernur juga sudah sering datang sini,” ujarnya.

  • Bagikan