Wagub Johni juga menyampaikan bahwa kontribusi sektor infrastruktur memiliki peran vital dalam mendorong efisiensi investasi dan penurunan angka kemiskinan hingga menuju zero poverty. Selain itu, pembangunan infrastruktur yang kuat diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi NTT hingga 8% pada tahun 2029 sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045.
“Program Padat Karya dan Infrastruktur Berbasis Masyarakat terus diperluas untuk memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” ujarnya.
Di tengah potensi cuaca ekstrem, Wagub Johni mengingatkan seluruh jajaran PUPR untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman banjir dan tanah longsor. Ia meminta agar seluruh infrastruktur pendukung mobilitas masyarakat dipastikan dalam kondisi siap digunakan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat NTT, kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi insan PUPR yang terus bekerja tanpa lelah. Semoga semangat Hari Bakti PU ke-80 memperkuat tekad kita mewujudkan infrastruktur yang berkeadilan demi kesejahteraan rakyat dan kemajuan NTT,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara ini Kepala BBWS Nusa Tenggara II Parlinggoman Simanungkalit, para pimpinan Balai Kementerian PUPR Wilayah NTT, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Benyamin Nahak, serta ASN dari berbagai unit Balai dan Dinas PUPR.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











