ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gunakan Pendekatan Riset, Gubernur NTT Libatkan 32 ASN Peneliti dalam Tim Pembangunan NTT

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan
Gubernur Melki Libatkan 32 ASN Peneliti dalam Tim Pembangunan NTT ( Ist)

Dalam sesi dialog, peneliti kebijakan publik Wehelmina Lodia Kause menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan gubernur kepada tim peneliti.

Ia menilai pelibatan peneliti secara langsung oleh gubernur merupakan pengalaman baru sekaligus tantangan besar bagi mereka.

“Kami siap membantu bapak gubernur melalui penelitian yang tidak hanya menjadi dokumen pustaka, tetapi bisa dimanfaatkan dalam pengambilan kebijakan,” ujarnya.

Namun ia juga menyoroti kesulitan memperoleh data dari sejumlah perangkat daerah ketika melakukan penelitian di lapangan.

Baca Juga :  Diduga Palsukan AJB, Baba Siheng Dikabarkan Jadi Tersangka

Menurutnya, data yang tidak mudah diakses seringkali membuat analisis menjadi kurang optimal.

“Kami menemukan banyak kesenjangan data di lapangan. Harapan kami ada dukungan agar peneliti bisa mendapatkan data yang valid dan lengkap,” katanya.

Sementara itu, peneliti lainnya Mariano A.T. Nugraha menjelaskan bahwa tim riset daerah selama ini aktif melakukan kajian kebijakan publik yang berkaitan dengan program pemerintah.

Ia juga menyebut keberadaan 16 peneliti CPNS baru memperkuat kapasitas riset daerah dengan berbagai latar belakang keilmuan.

Baca Juga :  Pemprov NTT Jalin Kolaborasi dengan Diaspora untuk Bangun Daerah

Selama ini, kata Mariano, kegiatan penelitian juga sering melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk memperkuat kualitas kajian.

“Kami bersyukur dengan tambahan tenaga peneliti baru sehingga ke depan riset kebijakan daerah bisa lebih kuat,” ujarnya.

Hasil Riset Jadi Dasar Kebijakan

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Melki menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan memberikan dukungan agar tim peneliti dapat bekerja maksimal, termasuk kemungkinan penguatan regulasi bila diperlukan.

Baca Juga :  Menolak Dirumahkan, PPPK NTT : Bapak Jangan Tinggalkan Kami

Ia berharap hasil penelitian tidak berhenti sebagai laporan, tetapi benar-benar menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah daerah.

“Kalau ada ide bagus, kita cari jalan agar bisa dijalankan. Intinya jangan sampai urusan administratif menghambat kerja riset,” kata Melki.

Dengan pelibatan tim peneliti ini, Pemerintah Provinsi NTT menargetkan kebijakan pembangunan daerah ke depan semakin berbasis data dan analisis ilmiah, sehingga program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat

  • Bagikan