“Untuk saat ini kami melakukan perkuatan bangunan bawah agar jembatan tidak mengalami pergeseran. Sebab terdapat dorongan atau pergerakan tanah di bagian bawah yang sewaktu-waktu dapat berdampak serius terhadap struktur jembatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan struktur merupakan langkah mitigasi agar kondisi jembatan tetap stabil menghadapi musim hujan berikutnya. Dengan demikian, risiko kerusakan yang lebih besar dapat diminimalkan sejak dini.
Saat ini proses rehabilitasi masih berlangsung. BPJN NTT menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu dekat sehingga arus lalu lintas di jalur tersebut tetap berjalan normal tanpa mengurangi aspek keselamatan pengguna jalan.
Fahrudin juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintasi kawasan Oepoli, Netemnanu, dan sekitarnya, agar berhati-hati selama pekerjaan berlangsung serta mematuhi pengaturan lalu lintas yang diterapkan di lokasi proyek.
“Kami berharap masyarakat dapat mendukung proses rehabilitasi ini. Penanganan dilakukan agar Jembatan Mamlasi tetap aman, kokoh, dan dapat terus melayani mobilitas masyarakat serta menjaga konektivitas menuju kawasan perbatasan RI–RDTL,” tutup Fahrudin.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











