ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tak Mau Petani Kehabisan Air Saat Kemarau, BBWS NTT Kebalkan 3 Titik JIAT Rp6,4 Miliar

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
JI
Kepala SaTKER ATAB BBWS Nusa Tenggara II, Djoni Doga dan lhan JIAT Alak ( Ist )

KUPANG, FokusNusaTenggara.com — Ancaman kekeringan yang setiap tahun menghantui lahan pertanian di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai diantisipasi pemerintah melalui pembangunan jaringan irigasi air tanah.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II menggeber pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kota Kupang dan Kabupaten Malaka dengan total anggaran mencapai Rp6,4 miliar.

Proyek yang bersumber dari pemerintah pusat tersebut diarahkan untuk memastikan ketersediaan air bagi kawasan pertanian yang rentan kekurangan air saat musim kemarau.

Baca Juga :  Sekda Obet Laha Pimpin Apel Kesadaran Lingkup Pemkab Kupang.

Kepala Satuan Kerja Air Tanah dan Air Baku (ATAB) BBWS Nusa Tenggara II, Djoni Doga, mengatakan pada 2026 terdapat empat titik JIAT yang masuk dalam rencana awal pembangunan.

“Untuk DIPA kekeringan sudah ada. Setelah revisi terakhir pada 3 September 2026, pekerjaan mulai berjalan,” kata Djoni,  Senin (21/9/2026).

Setelah dilakukan revisi DIPA, pembangunan JIAT di Kota Kupang kemudian difokuskan pada satu titik, yakni di Kelurahan Naioni. Sementara dua titik lainnya tetap berada di Kabupaten Malaka, masing-masing di Desa Weoe dan Desa Umanen Lawalu.

Baca Juga :  Sumur Bor JIAT Dorong Produktivitas Petani Kota Kupang, Panen Tak Lagi Bergantung Musim

Di sisi lain, sebagian dukungan anggaran juga diarahkan untuk pengadaan mobil tangki dan truk pompa guna membantu penanganan wilayah yang mengalami krisis air selama musim kering.

Untuk titik Naioni, pekerjaan pengeboran sumur telah dilakukan. Pondasi rumah pompa dan reservoir juga telah rampung, sementara pekerjaan kini berlanjut pada konstruksi bagian atas.

  • Bagikan