KUPANG, FokusNusaTenggara.com — Ancaman kekeringan yang setiap tahun menghantui lahan pertanian di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai diantisipasi pemerintah melalui pembangunan jaringan irigasi air tanah.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II menggeber pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kota Kupang dan Kabupaten Malaka dengan total anggaran mencapai Rp6,4 miliar.
Proyek yang bersumber dari pemerintah pusat tersebut diarahkan untuk memastikan ketersediaan air bagi kawasan pertanian yang rentan kekurangan air saat musim kemarau.
Kepala Satuan Kerja Air Tanah dan Air Baku (ATAB) BBWS Nusa Tenggara II, Djoni Doga, mengatakan pada 2026 terdapat empat titik JIAT yang masuk dalam rencana awal pembangunan.
“Untuk DIPA kekeringan sudah ada. Setelah revisi terakhir pada 3 September 2026, pekerjaan mulai berjalan,” kata Djoni, Senin (21/9/2026).
Setelah dilakukan revisi DIPA, pembangunan JIAT di Kota Kupang kemudian difokuskan pada satu titik, yakni di Kelurahan Naioni. Sementara dua titik lainnya tetap berada di Kabupaten Malaka, masing-masing di Desa Weoe dan Desa Umanen Lawalu.
Di sisi lain, sebagian dukungan anggaran juga diarahkan untuk pengadaan mobil tangki dan truk pompa guna membantu penanganan wilayah yang mengalami krisis air selama musim kering.
Untuk titik Naioni, pekerjaan pengeboran sumur telah dilakukan. Pondasi rumah pompa dan reservoir juga telah rampung, sementara pekerjaan kini berlanjut pada konstruksi bagian atas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











