“Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komunikasi yang intensif, sinkronisasi data dan strategi, serta komitmen bersama antara BPS dan pemerintah daerah,” ujar Matamira.
Survei yang dilaksanakan dalam dua tahap sepanjang Juli hingga November 2025 mencakup berbagai indikator, seperti perubahan pola konsumsi gizi seimbang, persepsi penerima manfaat, pergeseran pengeluaran rumah tangga, hingga dampak sosial ekonomi di tingkat lokal.
Secara nasional, hingga September 2025, program MBG telah menyalurkan lebih dari 1,1 miliar porsi makanan bergizi melalui 9.406 Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) dengan melibatkan lebih dari 337 ribu pekerja, dan menyerap anggaran sekitarRp19,3 triliun.
Di Provinsi NTT sendiri, telah berdiri 32 SPPG yang tersebar di 15 kabupaten/kota, dengan konsentrasi tertinggi di Kota Kupang. Sebanyak 76,2 persen SPPG telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), dan sebagian besar menggunakan dapur mandiri.
Dampak Positif dan Tantangan Implementasi
Hasil survei menunjukkan, pelaksanaan program MBG di NTT telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan gizi anak sekolah serta menjadi stimulus ekonomi lokal, terutama dengan keterlibatan pelaku usaha dan penyedia bahan pangan daerah.
Selain itu, sebagian besar limbah padat dari sisa makanan telah dimanfaatkan kembali secara produktif, sementara pengelolaan limbah cair dilakukan dengan cara sederhana di tingkat lokal.
Namun demikian, beberapa tantangan masih perlu diperhatikan, antara lain keterbatasan infrastruktur, pasokan bahan baku, serta kapasitas modal bagi penyedia pangan lokal.
Matamira menegaskan, hasil survei ini akan menjadi referensi utama bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki sistem pelaksanaan dan keberlanjutan Program Makanan Bergizi Gratis di masa mendatang.
Menuju NTT yang Sehat dan Sejahtera
Melalui kolaborasi erat antara BPS dan Pemerintah Provinsi NTT, diharapkan program nasional ini dapat dijalankan dengan lebih efektif, akuntabel, dan sesuai kebutuhan daerah. Data yang dihasilkan dari survei akan menjadi pijakan kuat dalam memastikan setiap anak sekolah di NTT mendapatkan asupan gizi seimbang serta peluang pendidikan yang lebih baik.
“Dengan data yang akurat, kita bukan hanya memberi makan, tetapi juga membangun generasi yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” tutup Gubernur Melki.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











