KUPANG,fokusnusatenggara.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Provinsi NTT terus memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan dan evaluasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Upaya ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Survei Monitoring dan Evaluasi Program MBG se-Provinsi NTT yang diselenggarakan di Hotel Aston Kupang pada Kamis (30/10/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena, yang sekaligus memberikan sambutan, serta Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira Bengu Kale, bersama para kepala BPS kabupaten/kota se-NTT.
Survei Monitoring dan Evaluasi Program MBG ini bertujuan menangkap umpan balik dari berbagai pihak, mulai dari siswa sebagai penerima program, orang tua, hingga pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Data yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar penting dalam pemantauan, evaluasi, dan penyempurnaan kebijakan pelaksanaan program MBG di NTT.
Gubernur: Program Harus Berbasis Data dan Transparansi
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi tinggi kepada BPS NTT yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penyediaan data dan analisis pembangunan. Ia menegaskan, keberhasilan program Makanan Bergizi Gratis sangat bergantung pada sistem pelaksanaan yang terukur, transparan, dan berbasis data.
“Program MBG akan berhasil jika dijalankan secara terukur, transparan, dan berbasis data. Di sinilah peran BPS menjadi sangat penting,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.
Ia menjelaskan bahwa hasil survei ini akan membantu pemerintah melihat sejauh mana program telah menjangkau anak-anak sekolah, meningkatkan asupan gizi, serta berkontribusi terhadap kehadiran siswa dan perekonomian masyarakat sekitar.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan hasil survei akan menjadi bahan evaluasi objektif dan dasar perbaikan kebijakan, mulai dari tata kelola logistik, kualitas bahan pangan, hingga keterlibatan penyedia lokal.
“Kerja BPS kalau akurat, sangat berpengaruh pada kebijakan yang akan kami ambil. Saya adalah orang yang percaya data, dan tentunya percaya BPS,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan BPS, khususnya dalam memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan efektif demi peningkatan kesejahteraan dan masa depan masyarakat NTT.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira Bebgu Kale, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pelaksanaan survei ini merupakan momentum penting untuk memastikan kualitas dan dampak nyata dari Program MBG terhadap anak-anak sekolah dan masyarakat.
Ia juga menyoroti pengalaman implementasi program serupa di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Brasil, yang berhasil mengintegrasikan program pangan bergizi dengan dukungan petani lokal serta pendidikan gizi di sekolah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











