Personel tersebut akan memperkuat operasi kemanusiaan di lapangan, termasuk membantu mobilisasi peralatan berat dan mendukung pembangunan rumah sakit lapangan di wilayah terdampak.
Untuk mempercepat distribusi bantuan, TNI AL mengoptimalkan jalur laut sebagai jalur logistik. Salah satu kapal yang telah digunakan adalah KRI Pulau Nangka yang membawa berbagai bantuan dan bahan kontak untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah Riung.
Bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah berada di Labuan Bajo juga akan didistribusikan melalui jalur laut. Labuan Bajo dimanfaatkan sebagai marshalling area atau titik konsolidasi bantuan sebelum dikirim ke berbagai wilayah yang membutuhkan.
Strategi tersebut dinilai efektif mengingat kondisi geografis Flores dan adanya sejumlah wilayah yang menghadapi kendala akses darat pascagempa. Edy menyebut perjalanan Labuan Bajo menuju Reo melalui jalur darat dapat memakan waktu sekitar sembilan jam.
“Kalau kita menggunakan KRI, itu hanya ditempuh sekitar 2,5 jam. Jadi sangat lebih efektif ketika distribusi bahan sembako, bahan kontak maupun perlengkapan lainnya dari Labuan Bajo sebagai marshalling area,” ujarnya.
Pengerahan kekuatan TNI AL menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan dampak gempa di wilayah Manggarai Raya. Jalur laut menjadi salah satu pilihan strategis karena mampu mengangkut bantuan dalam jumlah besar sekaligus memangkas waktu distribusi.
Di tengah situasi darurat, kebutuhan warga tidak hanya berupa makanan dan air bersih. Obat-obatan, tenaga medis, pemeriksaan kesehatan, peralatan medis serta layanan rujukan juga menjadi kebutuhan mendesak.
Kehadiran KRI dr. Suharso di Pelabuhan Reo diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus meringankan beban fasilitas kesehatan di daratan yang masih dalam proses pemulihan.
Pengerahan kapal rumah sakit dan ratusan personel itu menunjukkan keterlibatan TNI AL dalam mendukung misi kemanusiaan pascabencana. Di tengah kerusakan fasilitas, keterbatasan akses dan trauma warga akibat gempa, kehadiran KRI dr. Suharso diharapkan menjadi salah satu tumpuan pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat.
Bagi masyarakat Flores yang tengah menghadapi masa sulit, kapal rumah sakit tersebut bukan sekadar membawa peralatan medis dan tenaga kesehatan, tetapi juga membawa pesan bahwa bantuan terus bergerak dan negara hadir bersama warga dalam menghadapi bencana.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











