“Saya yakin jika mental anggota Polri sehat dan mereka selesai dengan masalah dalam dirinya, maka mereka akan melaksanakan tugas dengan baik, tidak menyakiti masyarakat, dan tidak melakukan penyimpangan,” katanya.
Kapolda juga berharap Rumah Bahagia dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh anggota Polri, tetapi juga masyarakat luas yang membutuhkan bantuan pemulihan mental.
Wujud Dukungan terhadap Perlindungan Perempuan dan Anak
Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah NTT Vily Rudi Darmoko menjelaskan bahwa pendirian Rumah Bahagia juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Kapolri dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak serta kelompok rentan.
Ia menyebutkan bahwa Rumah Bahagia akan dikelola oleh Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT bekerja sama dengan para psikolog, tenaga kesehatan, dan praktisi kesehatan mental yang telah mendapatkan pelatihan khusus.
“Rumah Bahagia ini menjadi tempat yang aman bagi anggota Polri dan masyarakat untuk mendapatkan konseling dan terapi kesehatan mental. Selain itu, juga menjadi pusat pemulihan trauma bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak serta korban tindak pidana perdagangan orang,” jelasnya.
Beberapa permasalahan yang akan ditangani di Rumah Bahagia meliputi gangguan stres pascatrauma (PTSD), depresi, kecemasan, trauma akibat kekerasan seksual, konflik relasi, luka batin, hingga berbagai persoalan psikologis yang dialami perempuan, laki-laki, maupun anak-anak.
Menuju NTT Penuh Kasih
Kapolda NTT juga menegaskan bahwa pembangunan Rumah Bahagia sejalan dengan visi kepemimpinannya dalam menciptakan lingkungan kepolisian yang lebih humanis dan profesional.
Ia menyampaikan tiga prinsip utama yang menjadi arah kebijakan kepemimpinannya, yaitu anggota Polri harus berbuat baik kepada diri sendiri dengan menjaga kesehatan fisik dan mental, berbuat baik untuk institusi Polri dengan menjaga nama baik korps, serta berbuat baik kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kami ingin berubah menjadi polisi yang benar-benar melayani masyarakat. Karena itu kami mohon dukungan masyarakat untuk memberi kesempatan kepada kami memperbaiki diri, dimulai dari kesehatan mental anggota,” ungkap Kapolda.
Dengan kehadiran Rumah Bahagia, Polda NTT berharap tercipta ruang pemulihan yang dapat membantu anggota Polri dan masyarakat menyelesaikan persoalan psikologis secara sehat.
Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan menghadirkan pelayanan yang lebih manusiawi, sejalan dengan cita-cita menjadikan Nusa Tenggara Timur sebagai wilayah yang “penuh kasih.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











