ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bhayangkari Daerah NTT Gelar Terapi USEFT di Lapas Perempuan Kupang, Kapolda NTT: Lepaskan Luka, Bangun Harapan

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com —    Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-73, Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan terapi kesehatan mental USEFT (Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique) bagi warga binaan dan petugas di Lapas Perempuan Kelas IIB Kupang, Rabu (10/9/2025). Kegiatan ini dipantau langsung oleh Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si.

Terapi USEFT merupakan teknik penyembuhan psikologis berbasis sistem meridian tubuh dengan mengetuk titik-titik tertentu sambil mengucapkan afirmasi positif. Teknik ini dikenal efektif dalam meredakan stres, kecemasan, trauma, bahkan dendam emosional, secara mandiri.

Pelatihan dipandu langsung oleh Ny. Vily Rudi Darmoko, Ketua Bhayangkari Daerah NTT bersama praktisi berpengalaman Bapak Agus E.H. yang juga merupakan Direktur SBMS. Kegiatan ini disambut hangat oleh para warga binaan yang terlibat aktif dalam sesi terapi bersama.

Baca Juga :  Sambut Hari Bhayangkara ke-79 Wakapolda NTT Bagikan Bansos Untuk Masyarakat Alor

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bapas Kelas I Kupang, Bapak Lukas Laksana Frans, A.Md.IP., S.H., M.Hum, Kalapas Perempuan Kelas IIB Kupang, Ibu Dewi Andriani, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vina Baskoro, serta Wakil Ketua Pengurus YKB Ny. Nana Murry Mirranda. Kegiatan juga melibatkan para pengasuh dan warga binaan Lapas Perempuan Kupang.

Baca Juga :  Tingkatkan Optimisme Publik, Gubernur NTT Wajibkan ASN Posting Kegiatan Pemerintah

Bhayangkari Hadir untuk Mengobati Luka Batin

Disela-sela kegiatan, Ny. Vily Rudi Darmoko menegaskan bahwa program ini tidak berhenti sampai di sini. Pihaknya akan menghadirkan para psikoterapis bersertifikat secara berkala ke lapas-lapas di NTT.

“Kegiatan ini akan berlanjut. Kami akan membawa teman-teman yang sudah tersertifikasi menjadi psikoterapis untuk memberikan layanan kesehatan mental, tidak hanya di Lapas Perempuan, tetapi juga di Lapas Anak dan Lapas Laki-laki,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu momen paling menyentuh hari ini adalah saat beberapa warga binaan mengungkapkan rasa kecewa dan dendam terhadap aparat penegak hukum, khususnya polisi, karena pengalaman masa lalu.

Baca Juga :  Kapolda NTT Pimpin Doa Bersama Lintas Agama, Pererat Kebersamaan Jelang HUT Bhayangkara ke-79

“Saya sampaikan bahwa saya juga dulunya polisi. Hari ini saya hadir bukan sebagai aparat hukum, tapi sebagai sesama manusia yang ingin membantu menyembuhkan luka batin mereka,”tutur Vily dengan haru.

“Dengan teknik ini, kita sama-sama melepaskan emosi, trauma, dan rasa benci yang mengganggu pemulihan mereka. Tadi saya lihat sendiri, mereka sudah tersenyum, sudah mulai melepaskan rasa sakit itu,”tambahnya.

  • Bagikan