Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik penting dan ritual utama, mulai dari Tikam Turo atau pemasangan pagar bambu, Rabu Trewa, hingga puncak Prosesi Jumat Agung dan Prosesi Laut.
Polda NTT juga memberikan perhatian khusus terhadap keamanan jalur prosesi, kelancaran arus lalu lintas, serta keselamatan selama prosesi laut berlangsung.
Untuk itu, personel Ditpolairud Polda NTT disiagakan di wilayah perairan guna mengawal armada penyeberangan dan memastikan kapal yang digunakan memenuhi standar keselamatan.
Selain itu, tim penjinak bom juga diterjunkan untuk melakukan sterilisasi di lokasi-lokasi ibadah dan titik kumpul peziarah.
Sejumlah lokasi prioritas pengamanan meliputi Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Kapela Tuan Ma, Kapela Tuan Ana, jalur prosesi darat, dermaga penyeberangan laut, hingga area kedatangan peziarah di bandara dan pelabuhan.
Menurut Kabidhumas, Polda NTT juga mengedepankan deteksi dini dan koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama perayaan berlangsung.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan peziarah untuk mengikuti arahan petugas, terutama terkait pengalihan arus lalu lintas dan kapasitas muatan kapal saat prosesi laut. Keselamatan dan kenyamanan bersama adalah prioritas utama,” pungkasnya.
Dengan semangat kasih, pelayanan, dan persaudaraan, Polda NTT berharap Semana Santa 2026 di Larantuka dapat berlangsung aman, damai, dan menjadi momentum memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











