Anggota kelompok tani, Salmun Mona turut menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih karena pompa ini sangat membantu kami bekerja di kebun,” katanya.
Sementara itu, Frans Xaverius Lara Aba mengatakan potensi pertanian di Nusa Tenggara Timur sangat besar, namun masih membutuhkan dukungan nyata agar petani dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Tanah di NTT itu subur, orangnya juga gigih. Yang mereka butuhkan adalah perhatian nyata, bukan sekadar janji. Sekecil apa pun bantuan yang bisa kita berikan tentu sangat bermakna bagi mereka,” ujarnya
Frans Xaveius Lara Aba sendiri merupakan putra asli NTT kelahiran Kupang, 19 Januari 1973. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universiti Sains Malaysia dan kini aktif sebagai dosen serta peneliti kebijakan fiskal publik di Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta.
Menurutnya, potensi pertanian di NTT sangat besar, namun masih membutuhkan dukungan nyata agar petani dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
Dia menyebutkan dengan bantuan mesin pompa air tersebut, para petani di Dusun Bonatama Desa Pota kini berharap dapat mengelola lahan secara lebih optimal dan menjaga keberlanjutan pertanian yang telah diwariskan dari generasi sebelumnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











