“Semua UMKM wajib pakai QRIS agar masyarakat terbiasa bertransaksi digital. Harapannya, UMKM makin mudah dalam pembayaran dan bisa berkembang lewat event lokal seperti ini,” jelas Didiet.
Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi NTT, dr. Alvin Soehendry Wijaya, mengungkapkan bahwa proses pengambilan darah berjalan lancar. Hingga siang hari, tercatat 175 kantong darah berhasil dikumpulkan.
“Kami siapkan tiga tempat untuk screening TNC dan empat meja untuk pengecekan HB. Kegiatan ini sangat membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah yang rata-rata mencapai 80–100 kantong per hari,” jelas dr. Alvin.
Salah satu pendonor, Donius Kudji, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat positif karena bisa membantu pasien yang kekurangan darah. Pelayanannya ramah, baik dari pihak BI maupun PMI. Saya harap masyarakat Kupang rajin donor darah karena setetes darah sangat bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia dan PMI NTT, kegiatan “Peduli Manise” tidak hanya menjadi ajang berbagi dan berbuat baik, tetapi juga bentuk nyata sinergi antar lembaga dalam menumbuhkan semangat kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











