Tidak hanya itu, bantuan juga berupa rice cooker, kompor gas, tabung LPG dan sembako. Peralatan tersebut diharapkan bisa membantu keluarga korban kembali menjalankan aktivitas rumah tangga setelah kebakaran.
Komaruz berharap bantuan tersebut dapat sedikit mengurangi beban sembilan keluarga yang terdampak. Menurutnya, dalam situasi bencana atau musibah, kehadiran dan perhatian jauh lebih penting daripada sekadar melihat besarnya bantuan.
“Di tengah musibah, yang paling penting adalah hadir dan saling menguatkan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi keluarga yang terdampak untuk kembali bangkit,” katanya.
Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Inf. Albertus Yostina David Alam menyampaikan apresiasi kepada Kapolda NTT, Wakapolda NTT dan seluruh jajaran Polda NTT yang telah menunjukkan kepedulian terhadap keluarga personel TNI AD korban kebakaran.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda NTT, Wakapolda NTT serta seluruh PJU Polda NTT atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada personel TNI AD yang terdampak kebakaran,” ungkapnya.
Musibah di Asrama TNI AD Kuanino akhirnya memperlihatkan wajah lain dari kemitraan TNI-Polri. Bukan hanya berdiri bersama ketika menjaga keamanan, tetapi juga saling mengulurkan tangan ketika keluarga besar kedua institusi menghadapi kesulitan.
Api mungkin telah menghanguskan sebagian tempat tinggal para korban. Tetapi kepedulian yang datang dari Polda NTT menunjukkan satu hal: musibah bisa merusak rumah, tetapi tidak harus memutus rasa persaudaraan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











