Saat merekam, Bripka DT langsung menghampiri dan menghalangi Deviandi sambil berkata, “Om video apa?”
Meski sepupu Welmince sempat berteriak, “Itu wartawan, jangan dihalang,” Deviandi tetap dipukul oleh oknum polisi tersebut hingga mengenai tangan kirinya.
Tidak berhenti di situ, Bripka Semuel Demes Talan kembali mengambil helm dan mengejar Deviandi. Wartawan tersebut kemudian berlari menghindar ke arah permukiman warga di belakang Gereja Anak Darah Oebufu.
Sementara itu, Nino Ninmusu yang sedang menunggu di lokasi parkir motor sekitar 15 menit kemudian tiba-tiba dihampiri oleh Bripka Semuel Demes Talan. Tanpa banyak bicara, Nino langsung mendapat ancaman.
“Kenapa basong bikin-bikin video? Dari lu pu model sa beta su tahu. Kecuali basong lihat beta ada tidur dengan perempuan atau basong lihat beta ada banaik dengan perempuan,” kata Bripka Semuel Demes Talan sambil melayangkan dua kali pukulan.
Pukulan tersebut mengenai helm yang dipakai Nino. Oknum polisi itu juga menyita identitas milik Nino berupa kartu BPJS serta menanyakan asal daerah dan tempat tinggalnya.
Setelah mengetahui Nino berasal dari Kefamenanu dan tinggal di Noelbaki, Bripka Semuel Demes Talan kembali melontarkan ancaman bahwa ia akan melaporkan wartawan tersebut kepada sesama anggota polisi yang berasal dari daerah yang sama.
Ancaman tidak berhenti di situ. Bripka DT beberapa kali mendorong serta dua kali mencekik leher Nino sambil berkata, “Basong mau cari masalah dengan beta? Beta tanda basong. Ini malam lu tunggu sampai pagi, lu tunggu sampai lu punya kawan datang.”
Beberapa menit kemudian, Nino dipaksa mendorong motor milik Deviandi menuju rumah perempuan yang diduga selingkuhan oknum polisi tersebut. Saat itu sejumlah warga juga terlihat berkumpul di lokasi.
Setelah motor diparkirkan di depan rumah, Nino diminta masuk ke dalam rumah untuk memberikan penjelasan mengenai keberadaan mereka di lokasi tersebut. Ia juga kembali ditanyai alamat tempat tinggalnya serta alamat rekan wartawannya.
Setelah memberikan penjelasan, Nino akhirnya diizinkan pulang bersama seorang teman perempuannya. Namun ketika keduanya melintas menuju arah Rumah Sakit Leona Oebufu dan berbelok ke jalan TDM IV melalui sebuah gang, mereka justru memasuki jalan buntu.
Saat hendak memutar balik motor, Bripka DT kembali muncul dan membuntuti mereka dari belakang.
Ia kembali melontarkan ancaman, “Lu tinggal di mana ko lu belok masuk datang sini. Beta tau lu punya model, lu tinggal di Noelbaki bagian mana.”
Nino menjelaskan bahwa ia hanya hendak berpindah jalur menuju arah Naimata. Namun oknum polisi itu kembali berkata, “Basong su cari hal dengan beta, lu punya kawan tinggal di Matani bagian mana, ini malam juga lu cari dan bawa dia datang sini. Beta tahan dia punya motor sampai dia datang ambil di beta.”
Ia bahkan kembali mengeluarkan ancaman keras, “Basong ada lihat beta telanjang banaik dengan perempuan lain ko? Untung sonde sampai tangkap, kalau sonde beta su banting kasih mati dia. Beta siap berhenti jadi polisi.”
Beberapa menit kemudian, Bripka Semuel Demes Talan akhirnya memutar motor dan meninggalkan lokasi, meski sempat terlihat berhenti di persimpangan jalan yang sama.
Akibat kejadian tersebut, wartawan Nino Ninmusu mengalami luka cekikan di bagian leher. Hingga saat ini, motor milik Deviandi Selan serta kartu BPJS milik Nino masih berada dalam penguasaan Bripka Semuel Demes Talan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











