ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kapolda NTT Diminta Tindak Tegas Bripka AMN Oknum Anggota Polres Belu Yang Jadi Preman Proyek

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Seperti diberitakan sebelumnya Lipus Nahak melalui medsos membongkar ulah oknum Polisi Polres Belu, Bripka AMN Yang paksa PPK untuik medapatkan jatah proyek.

Bripka AMN alias NN anggota Sat Intelkam Polres Belu, Polda NTT diduga menyalagunakan kewenangan itu cukup viral di medsos dan menjadi perhatian publik.

Viralnya oknum Bripka AMN alias NN itu muncul setelah seorang warga bernama Lipus Nahak secara terbuka membongkar dugaan perilaku sewenang –wenang oknum polisi Bripka AMN alias NN karena diduga melakukan pemaksaan proyek, memaki aparatur sipil negara (ASN), serta melontarkan ancaman kepada pejabat di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca Juga :  Kapolres Tuban AKBP William Tanasela Mendadak Dicopot, Diduga Terlibat Tambang Ilegal dan Minta Jatah Anggaran

Kasus ini mencuat setelah sejumlah postingan masyarakat di grup Facebook “ Kotak Ketik “ menjadi viral. Dalam unggahan tersebut, warganet menyoroti dugaan sikap arogan seorang oknum polisi yang disebut-sebut menggunakan posisi dan relasi kekuasaan untuk menekan pejabat OPD agar mengakomodasi kepentingan proyek tertentu.

Lipus Nahak menegaskan bahwa informasi yang disampaikannya ke ruang publik bukan sekadar opini atau fitnah, melainkan didasarkan pada pengalaman langsung korban serta bukti percakapan elektronik yang telah diserahkan secara resmi kepada aparat berwenang.

Baca Juga :  Sebanyak 2.172 WBP di NTT Dapatkan Remisi HUT RI ke 79 Tahun 2024

“Apa yang muncul di media sosial itu sinkron dengan fakta yang dilaporkan secara resmi. Buktinya proses hukumnya sedang berjalan,” ujar Lipus seperti dilansir NTTHits.com.

Kasus ini telah dilaporkan secara tertulis yang dilayangkan ke Propam Polres Belu pada 2 Desember 2025. Laporan tersebut disertai bukti tangkapan layar percakapan WhatsApp, kronologi peristiwa, serta identitas pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut.

Dalam pengaduan itu, korban kerap menerima pesan bernada kasar dan intimidatif. Ketika permintaan proyek tidak direspons, oknum tersebut diduga mengeluarkan makian, ancaman, bahkan tantangan duel secara personal.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan Anak Dibawah Umur di Lembata, Penyidik Tetapkan 5 Tersangka

Kasus ini dinilai serius karena menyentuh marwah institusi kepolisian dan berpotensi mencederai prinsip netralitas aparat dalam penyelenggaraan pemerintahan. Masyarakat mendesak agar kepolisian bertindak profesional dan transparan dalam menindaklanjuti laporan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Belu belum memberikan pernyataan resmi terkait substansi pengaduan. Namun secara normatif, setiap laporan ke Propam akan diproses melalui tahapan klarifikasi, pemeriksaan saksi dan pendalaman bukti.
  • Bagikan