ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dokter RS Leona Kefamenanu Alami Tekanan Psikologis Usai Dibentak Dua Oknum yang Mengaku Anggota DPRD TTU

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Inti
Dokter RS Leona Kefamenanu Alami Tekanan Psikologis Usai Dibentak Dua Oknum yang Mengaku Anggota DPRD TTU ( Ist )

KEFAMENANU, fokusnusatenggara.com  —  Seorang dokter jaga di RS Leona, dr. Icha, mengalami tekanan psikologis hingga harus menjalani perawatan medis setelah insiden yang terjadi saat dirinya menangani pasien anak korban gigitan ular di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut.

Peristiwa itu bermula pada Sabtu, 13 Juni 2026, ketika seorang pasien anak korban gigitan ular dibawa keluarganya ke IGD RS Leona untuk mendapatkan penanganan medis. Saat itu, dr. Icha bertugas sebagai dokter jaga dan langsung melakukan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam proses penanganan, dr. Icha juga berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk memastikan langkah medis yang tepat. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan konsultasi tersebut, pasien belum direkomendasikan menerima vaksin tertentu yang diminta keluarga.

Baca Juga :  Anak Bacok Ibu Kandung Hingga Tewas

Selain belum direkomendasikan secara medis, pihak rumah sakit juga tidak memiliki stok vaksin yang dimaksud. Kondisi tersebut kemudian dijelaskan dr. Icha kepada keluarga pasien sebagai bagian dari pelayanan dan edukasi medis.

Namun, penjelasan tersebut tidak diterima oleh pihak keluarga pasien yang tetap meminta agar vaksin segera diberikan. Situasi kemudian memanas ketika salah seorang anggota keluarga berbicara dengan nada tinggi dan mengaku sebagai anggota DPRD TTU.

Baca Juga :  Kapolda NTT Akui Miras Yang Disita bukan Milik Herman Heri

Tidak lama berselang, seorang pria lain masuk ke ruang IGD dan turut menyampaikan protes dengan nada keras. Orang tersebut juga mengaku sebagai anggota DPRD. Di tengah situasi tersebut, dr. Icha tetap berupaya menjelaskan kondisi pasien serta pertimbangan medis yang mendasari tindakan yang diambil.

“Semua tindakan yang dilakukan sudah berdasarkan hasil pemeriksaan, konsultasi dengan dokter spesialis, dan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku,” demikian penjelasan yang disampaikan pihak rumah sakit kepada keluarga pasien saat situasi berlangsung.

Baca Juga :  HUT Korem 161/WS dan HUT Persit, Gelar Donor Darah di Aula Sudirman Makorem

Meski telah berusaha memberikan penjelasan, tekanan yang terjadi membuat dr. Icha merasa tertekan hingga menangis. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pimpinan RS Leona. Direktur rumah sakit bersama jajaran manajemen selanjutnya turun langsung ke IGD untuk menenangkan situasi dan memberikan penjelasan kepada keluarga pasien.

  • Bagikan