ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Swasembada Bawang Putih Ditarget Tiga Tahun, Pemerintah Diminta Perkuat Petani dan Benih

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Hus
Usman Husin Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ( Ist )

“Pemerintah harus turun langsung ke lapangan untuk mendeteksi lokasi-lokasi yang cocok. Setelah ditemukan kawasan yang potensial, harus ada pendampingan secara berkelanjutan agar petani tidak berjalan sendiri,” ujar Usman.

Ia mencontohkan Kecamatan Kokbaun, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi pengembangan bawang putih. Masyarakat di kawasan tersebut telah membudidayakan bawang putih secara turun-temurun karena kondisi wilayahnya dinilai sesuai untuk komoditas tersebut.

Saat melakukan kunjungan ke Kokbaun, Usman menemukan lahan bawang putih yang dikembangkan masyarakat mencapai hampir 10 hektare. Menurut dia, potensi tersebut masih membutuhkan intervensi pemerintah, terutama dalam penyediaan benih berkualitas untuk meningkatkan produktivitas petani.

Baca Juga :  Fantastis, Biaya Perjalanan Dinas Bank NTT Rp. 17,4 Milliar Selama Tahun 2022

“Wilayah Kecamatan Kokbaun di Kabupaten TTS memang potensial untuk pengembangan tanaman bawang putih. Petani membutuhkan bantuan benih yang lebih berkualitas,” kata Usman.

Untuk mendorong pengembangan tersebut, Usman mengaku telah berkomunikasi dengan Direktur Jenderal Hortikultura dan Kepala Badan Pengembangan Pertanian. Ia juga menyampaikan langsung kepada Menteri Pertanian melalui pesan WhatsApp agar potensi bawang putih di Kokbaun mendapat perhatian pemerintah pusat.

Baca Juga :  Pembangunan Proyek Jalan dan Jembatan Bliko, Anggota DPRD NTT, Ana Waha Kolin Minta Perioritaskan Pekerja Lokal

Selain penguatan benih, Usman mendorong sinergi lintas sektor untuk mengejar target swasembada dalam tiga tahun. Pemerintah perlu memastikan pendampingan petani, penerapan teknologi, kepastian harga, akses pasar, serta keterlibatan dunia usaha berjalan dalam satu ekosistem.

Dengan pemetaan sentra produksi yang tepat dan dukungan dari hulu hingga hilir, Usman menilai Indonesia memiliki peluang mengurangi ketergantungan terhadap impor bawang putih secara bertahap. Potensi daerah seperti Kokbaun, kata dia, perlu dioptimalkan sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi bawang putih nasional.

  • Bagikan