“Kenaikan NTP didorong oleh meningkatnya NTP pada Subsektor Perikanan sebesar 1,31 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,87 persen, Hortikultura sebesar 0,77 persen, dan Peternakan sebesar 0,10 persen,” ujarnya.
Meski demikian, BPS mencatat masih terdapat tantangan pada subsektor tanaman pangan yang mengalami penurunan NTP sebesar 0,23 persen. Kondisi ini menjadi perhatian karena tanaman pangan tetap menjadi salah satu penyangga utama ketahanan pangan di NTT.
Selain NTP, indikator lain juga menunjukkan perkembangan positif. Pada Juni 2026, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) meningkat 0,11 persen, sementara Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) naik 0,04 persen menjadi 104,90 dibandingkan bulan sebelumnya.
“Pada Juni 2026, IKRT naik sebesar 0,11 persen dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) meningkat 0,04 persen menjadi 104,90 dibandingkan Mei 2026,” tutup Matamira
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











