ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Geruduk’ Kantor Purbaya, Gubernur Protes Transfer ke Daerah Dipotong

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Daerah Kesulitan Bayar Gaji Pegawai

Sementara itu, Ketua Umum APPSI, Al Haris menegaskan para gubernur memang sengaja meminta waktu Purbaya. Ia bersama gubernur lain ingin menyampaikan keluh kesah terkait pemotongan TKD.

Pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Jambi itu mencontohkan ada daerah yang kesulitan membayar operasional belanja pegawai, termasuk gaji PPPK. Al Haris mengklaim dampak yang dirasakan daerah sangat luar biasa.

Baca Juga :  Bupati Kupang Panen Perdana Padi Diatas Lahan Poktan Sehati di Desa Mata Air Tarus

“Memang repot, saya bilang tadi, kalau daerah PAD (pendapatan asli daerah)-nya kecil yang banyak menggantungkan nasib dengan TKD, maka sulit mereka untuk mengembangkan daerahnya. Apalagi bicara visi misi. Tidak lagi bicara visi misi, yang penting roda pemerintahan jalan,” tutur Al Haris.

Menurut Al Haris, Purbaya cukup responsif terhadap keluhan para kepala daerah. Pemerintah diklaim nantinya akan melakukan evaluasi TKD di 2026.

Baca Juga :  Bibit Durian, Traktor, dan Pupuk Hadir di Desa Hoi, Usman Husin Dorong Kebangkitan Ekonomi Jemaat

“Pak Menteri (Purbaya) respons tadi, beliau responsif sekali. Nanti di 2026 karena sudah menjadi produk hukum undang-undang, APBN, beliau tadi berjanji di 2026 sambil nanti berjalan, evaluasi lagi yang TKD ke daerah,” bebernya.

  • Bagikan