“ Salah satu solusinya adalah menggunakan unit pompa air tersebut sehingga dapat membantu petani dalam mengatasi krisis debit air itu ,” jelas Gadir Dean.
Saat ini lanjut Gadir, pihaknya memfokuskan penggunaan alsintan tersebut pada sentra produksi pertanian dengan sistim pendistribusian tidak melalui metode hibah kepada kelompk tani lagi melainkan melalui sistim sewa pakai. Dirinya berharap dengan bantuan alsintan ini, para petani didorong untuk menanam dua hingga tiga kali dalam setahun,dan jika berhasil maka dirinya optimis ketahanan pangan tahun 2025-2026 akan terwujud.
Dalam kesempatan yang sama, Gadir Dean juga menyampaikan harapannya agar alsintan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh petani. Karena bantuan ini menjadi langkah awal yang positif di 100 hari kerja Bupati Ende,Yosef Badeoda dalam mengoptimalkan hasil pertanian sehingga diharapkan semua pihak untuk terus bersinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Dia menyebutkan untuk tahun 2025 ini Pemkab Ende telah menargetkan 6.640 hektare lahan untuk ditanami padi dan saat ini realisasinya sudah mencapai 5.000 hektare.
“ Kami optimis pada musim tanam berikutnya targetnya akan tercapai dengan luas tanam 9.000 hingga 10.000 ektare dengan indeks tanam (IP) bisa mencapai 100 hingga 300. Untuk harga gabah kering dari petani pasca panen, pihak Bulog telah siap membeli dengan harga Rp 6.800/kg sementara beras dihargai Rp 12.500 /kg ,”paparnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











