KUPANG, fokusNusaTenggara.com — Pemerintah Kota Kupang memfasilitasi penyerahan bantuan kemanusiaan dari PT TASPEN (Persero) untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Acara penyerahan bantuan secara simbolis tersebut berlangsung di Ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang pada Selasa (18/8).
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kupang sekaligus Ketua DPW Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) NTT, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., Komisaris Utama PT TASPEN, Fary Djemy Francis, Direktur Investasi TASPEN, Rifki Isnaini Hassan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Kupang, Ebed Hobab Benhanan Jusuf, S.Pt., serta Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang, Isidorus Lilidjawa, S.Fil., M.M.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian TASPEN Group dan seluruh anak perusahaannya, seperti Bank Mandiri Taspen, TASPEN Life, dan TASPEN Pro. Pemkot Kupang berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mempermudah jalur koordinasi agar seluruh bantuan dapat segera terdistribusi secara tepat sasaran.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian TASPEN. Bantuan ini sangat berarti untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Flores. Dari jalur Gekrafs NTT, kami juga menerjunkan tim kesehatan yang terdiri dari enam dokter beserta pasokan obat-obatan guna mendukung pemulihan kesehatan warga di lokasi bencana,” ungkap Serena.
Bantuan kemanusiaan dari TASPEN Group yang disalurkan mencapai total Rp155 juta. Alokasi tersebut mencakup Rp135 juta dalam bentuk logistik dan penunjang pengungsian, serta Rp20 juta yang dialokasikan melalui Gekrafs NTT untuk memberangkatkan tim tenaga kesehatan (nakes) dan bantuan obat-obatan ke lokasi terdampak.
Adapun rincian bantuan fisik dan logistik TASPEN yang disiapkan meliputi: 400 paket sembako senilai Rp60 juta untuk memenuhi kebutuhan pangan harian masyarakat, 7 unit genset senilai Rp70 juta guna menyokong ketersediaan penerangan dan daya listrik di lokasi pengungsian, 25 unit terpal senilai Rp25 juta sebagai bahan pembuatan tempat tinggal sementara serta bantuan Obat-obatan untuk mendukung penanganan kesehatan para pengungsi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











