Komisaris Utama PT TASPEN, Fary Djemy Francis, menjelaskan bahwa sejatinya jajaran direksi dan manajemen TASPEN berencana menyerahkan bantuan secara langsung ke Bajawa dan Boawae di Kabupaten Nagekeo. Namun, kendala penerbangan akibat dinamika gempa susulan membuat proses penyerahan dialihkan secara simbolis di Kupang melalui IKADA dan Gekrafs NTT, sementara tim TASPEN Kantor Cabang Ende telah lebih dahulu turun ke lapangan di Mbay, Kabupaten Nagekeo.
“TASPEN Group turut berduka cita mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Flores. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan respon cepat TASPEN untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di pengungsian. Selain bantuan kelembagaan, secara pribadi saya dan Pak Direktur Investasi juga menambah donasi senilai Rp15 juta untuk penanganan khusus warga terdampak di Desa Wolowae,” ujar Fary Djemy Francis.
Ia menambahkan bahwa TASPEN juga memberikan perhatian penuh terhadap perlindungan 90.110 peserta aktif dan pensiunan TASPEN yang berada di kawasan terdampak bencana di NTT.
Penyerahan bantuan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Direktur Investasi TASPEN, Rifki Isnaini Hassan, kepada perwakilan IKADA dan pengurus Gekrafs NTT dengan disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Komisaris Utama PT Taspen dan jajaran pejabat terkait.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











