ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Swasembada Bawang Putih Ditarget Tiga Tahun, Pemerintah Diminta Perkuat Petani dan Benih

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Hus
Usman Husin Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ( Ist )

JAKARTA, fokusNusaTenggara.com  — Target Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada bawang putih dalam tiga tahun dinilai membutuhkan langkah konkret dan terukur. Pemerintah diminta membangun ekosistem produksi dari hulu hingga hilir dengan melibatkan pemerintah daerah, petani, BUMN pangan, dan pelaku usaha.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, mengatakan dirinya optimistis target tersebut dapat dicapai. Namun, optimisme itu harus diikuti dengan kebijakan yang mampu menjawab persoalan produksi bawang putih di lapangan.

“Kami optimistis bahwa Indonesia akan mencapai swasembada bawang putih dalam tiga tahun mendatang. Bawang putih merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang kebutuhan dalam negerinya masih sangat besar. Kami berharap target yang ditetapkan Presiden Prabowo ini benar-benar dapat tercapai,” ujar Usman di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga :  Bibit Durian, Traktor, dan Pupuk Hadir di Desa Hoi, Usman Husin Dorong Kebangkitan Ekonomi Jemaat

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, menargetkan Indonesia mencapai swasembada bawang putih dalam tiga tahun. Bawang putih menjadi salah satu komoditas yang perlu dikejar untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.

Menurut Usman, pengembangan bawang putih tidak bisa menggunakan pendekatan yang sama di seluruh wilayah Indonesia. Komoditas tersebut memiliki karakteristik agroklimat tertentu sehingga budidayanya perlu diarahkan ke kawasan yang sesuai dengan kondisi tanah, ketinggian, suhu, curah hujan, dan penyinaran matahari.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Usman Husin Diskusi Bersama Perjuangkan Pemekaran Kabupaten TTS

“Bawang putih memiliki karakteristik yang berbeda dengan bawang merah. Tidak semua wilayah di Indonesia cocok untuk ditanami bawang putih. Karena itu, diperlukan penanganan khusus, mulai dari pemilihan lokasi, penggunaan benih, teknik budidaya, sampai dengan pengendalian hama dan penyakit,” katanya.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu melakukan pemetaan secara serius terhadap daerah-daerah yang berpotensi menjadi sentra produksi bawang putih. Pemetaan tersebut penting agar program tidak sekadar mengejar luasan lahan, tetapi memastikan kawasan yang dikembangkan benar-benar memiliki kesesuaian agroklimat dan produktivitas yang baik.

  • Bagikan