ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Kupang Buka Sosialisasi OVOP: Dorong Setiap Desa Miliki Produk Unggulan Berbasis Potensi Lokal

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com — Pemerintah Kabupaten Kupang terus memperkuat komitmen dalam mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pengembangan potensi lokal. Hal itu ditegaskan lewat pembukaan resmi kegiatan Sosialisasi One Village One Product (OVOP) yang dipimpin langsung oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, pada Senin (17/11/2025) di Kantor Bupati Kupang, Oelamasi.

Kegiatan strategis ini menghadirkan sejumlah narasumber penting, mulai dari Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Prof. Dr. Intiyas Utami, SE, M.Si, Ak., CA., CMA., QIA., C.Fra, Kepala Dinas PMD Provinsi NTT Victor Manek, Pimpinan Cabang BPJS Ketenagakerjaan NTT, hingga Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Provinsi NTT.

Para peserta terdiri dari Tenaga Pendamping Profesional, Kepala Desa, Sekretaris Desa, hingga Ketua BUMDes se-Kabupaten Kupang. Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menyampaikan pesan Gubernur NTT mengenai arah pembangunan lima tahun ke depan. Salah satu prioritas utama yang terangkum dalam dasa cita pertama adalah konsep “Dari ladang dan laut ke pasar, efisien, modern, dan aman.”

Baca Juga :  Kolaborasi Developer-Perumda, Ribuan Rumah di Kota Kupang Kini Dilayani Air Bersih

Menurut Yosef Lede, prinsip ini diwujudkan melalui penguatan program OVOP yang kini berkembang menjadi One Community One Product (OCOP).

“Program ini bukan hanya soal meningkatkan nilai tambah produk desa, tetapi membangun kemandirian, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat atas potensi lokal yang mereka miliki,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa hilirisasi produk non-tambang di setiap desa menjadi fokus pemerintah kabupaten. Setiap desa diwajibkan menetapkan satu produk unggulan yang benar-benar unik, memiliki identitas kuat, dan dapat bersaing di pasar.

Baca Juga :  Bupati Yosef Lede Paparkan Visi : Menuju Kabupaten Kupang Emas

“Program ini bukan hanya soal meningkatkan nilai tambah produk desa, tetapi membangun kemandirian, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat atas potensi lokal yang mereka miliki,” tegasnya.

  • Bagikan