KUPANG,fokusnusatenggara.com — Pemerintah terus memperkuat upaya penurunan angka stunting di Indonesia dengan menekankan pencegahan sejak dini. Meskipun angka stunting nasional menunjukkan tren penurunan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menjadi perhatian serius karena mencatat angka stunting tertinggi kedua di Indonesia.
Asisten Deputi Ketahanan Gizi dan Promosi Kesehatan Kemenko PMK, Jesli Marampa, menyebutkan bahwa angka stunting nasional menurun dari 24,4 persen pada 2021 menjadi 19,8 persen pada 2024. Pemerintah menargetkan angka ini kembali turun menjadi 18,8 persen pada 2026 dan 14,2 persen pada 2029.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah mencegah kelahiran anak-anak dengan kondisi stunting. Upaya pencegahan dilakukan sejak masa pra-nikah, kehamilan, hingga anak berusia lima tahun.
“Pencegahan dilakukan dengan pemeriksaan rutin minimal enam kali selama kehamilan, pemberian makanan bergizi, dan ASI eksklusif bagi bayi. Seribu hari pertama kehidupan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak,” ujarnya kepada wartawan di Hotel Naka Kupang pada Jumat (17/10/2025) malam.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











