Jesli menjelaskan, peran Posyandu sangat penting dalam pemantauan pertumbuhan balita. Melalui Posyandu, ibu hamil dan menyusui dapat memperoleh edukasi, pemeriksaan kesehatan, serta bantuan makanan tambahan bagi anak dengan masalah gizi.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan media massa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang dan pola hidup bersih.
“Faktor gizi, sanitasi, air bersih, dan ekonomi masih menjadi tantangan besar di NTT. Tapi kami optimis, dengan kerja sama semua pihak, angka stunting bisa terus turun hingga di bawah 30 persen pada tahun depan,” katanya.
Jesli menambahkan, upaya pencegahan stunting tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, terutama keluarga muda. Ia mengajak semua pihak untuk memastikan setiap anak di Indonesia, termasuk di NTT, tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











