KUPANG, fokusnusatenggara.com — Wujudkan program satu juta pohon, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Selasa melakukan penanaman anakan pohon serentak di seluruh Indonesia yang terpusat di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa 14 Januari 2025.
Penanaman pohon serentak ini dibuka oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah pusat, Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, Wali Kota Kupang terpilih, dr. Christian Widodo dan sejumlah pejabat lainnya baik dari pemerintah provinsi NTT maupun Kota Kupang. Kegiatan ini juga diikuti semua Gubernur serta Penjabat Gubernur se-Indonesia secara daring via zoom.
Dalam arahannya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan penanaman anakan pohon ini dalam rangka mendukung program swasembada pangan yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden Prabowo Prabowo Subianto, adalah seseorang yang sangat mencintai alam, hutan, dan lingkungan hidup. Pembangunan tidak boleh berhenti, namun harus tetap berkelanjutan dengan menjaga kelestarian hutan ,” kata Raja Juli Antoni.
Raja Juli Antoni juga mengklarifikasi adanya isu-isu hoaks yang beredar di media massa mengenai komitmen pemerintah terhadap lingkungan.
“ Ada isu untuk membunuh makhluk hidup sekecil apapun, seperti semut, laba-laba, hingga ular kobra yang muncul di suatu tempat. Ini Ini adalah isu tidak benar,” tegas Raja Juli Antoni.
Terkait program ketahanan pangan nasional, Menteri Raja Juli menekankan bahwa pemanfaatan hutan cadangan pangan dan energi menjadi solusi untuk meminimalkan deforestasi.
“Misalnya dengan menanam padi gogo di hutan yang sudah dihijaukan. Satu hektar lahan kering bisa menghasilkan 3,5 ton beras. Jika kita cadangkan 1 juta hektare, maka 3,5 juta ton beras bisa diproduksi, mengurangi ketergantungan pada impor,” jelas Raja Juli Antoni..
Selain itu, pohon aren yang disebut tanaman ajaib, mampu memproduksi 24 ribu ton bioetanol per hektar, berpotensi mengurangi impor BBM yang pada tahun 2023 mencapai 24 juta kilo ton”, tambah dia.
Penanaman 1 juta pohon ini juga dikaitkan dengan sejarah peringatan Hari Menanam Pohon yang diinisiasi Presiden Soeharto pada tahun 1993, sebagai langkah menjaga ketahanan air.
Gerakan Hijau Sejuk untuk NTT yang Sehat
Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak masyarakat menjaga bibit yang telah ditanam demi kelestarian lingkungan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











