KUPANG, fokusnusatenggara.com – Lousje Marlinda Pellokila, Mantan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik yang berkelanjutan.
Dengan pendekatan inovatif, ia mengintegrasikan program ketahanan pangan dengan potensi agrowisata untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat Kota Kupang.
Salah satu inovasi unggulan adalah pengembangan Pondok Pangan Hatinya PKK, yang dirancang sebagai pusat hortikultura produktif sekaligus destinasi edukasi, wisata, khususnya menjadi tempat yang nyaman, asri bagi masyarakat yang berkunjung ke kantor Lurah.
Lokasi yang berfungsi sebagai model ketahanan pangan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui penjualan hasil panen secara online.
Pondok Pangan PKK menjadi contoh nyata bagaimana pelayanan publik dapat didukung oleh program berbasis keberlanjutan. Dengan berbagai tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan sayuran lain, fasilitas ini mendorong masyarakat untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka.
“Kami ingin setiap kelurahan di Kota Kupang memiliki program unggulan yang tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Lousje Marlinda Pellokila.
Inisiatif ini juga berfungsi sebagai ruang edukasi, di mana masyarakat bisa belajar tentang pengelolaan hortikultura modern. Pondok Pangan PKK diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











