Lousje Marlinda Pellokila memiliki visi besar untuk mengembangkan Pondok Pangan menjadi destinasi agrowisata. Dengan konsep modern dan estetika lingkungan, lokasi ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan lokal dan regional.
“Agrowisata ini akan menjadi wajah baru Kota Kupang, di mana masyarakat dapat menikmati keindahan tanaman produktif sekaligus menjadi ruang tunggu yang nyaman bagi masyarakat saat menunggu jadwal pelayanan. Ini manfaat nyata dari program ini,” ungkapnya.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi antara Tim Penggerak PKK, pemerintah daerah, dan masyarakat. Lousje Marlinda Pellokila berharap upaya ini dapat terus dilanjutkan oleh pemimpin-pemimpin berikutnya.
“Kami menyadari bahwa keberlanjutan adalah kunci. Oleh karena itu, kami ingin memastikan bahwa program ini tidak hanya berjalan sekarang, tetapi juga menjadi warisan bagi masa depan,” tambahnya.
Program inovatif yang dikembangkan oleh Lousje Marlinda Pellokila sejalan dengan misi nasional untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan fokus pada lingkungan yang nyaman dan asri dapat meningkatkan pelayanan publik yang berkualitas, sembari terciptanya ketahanan pangan, dan ekonomi masyarakat. Pondok Pangan PKK Kota Kupang menjadi contoh bahwa inovasi kecil dapat membawa perubahan besar.
Melalui inisiatif ini, Lousje Marlinda Pellokila tidak hanya menciptakan solusi lokal, tetapi juga memberikan inspirasi bagi daerah lain untuk menerapkan pelayanan publik berbasis keberlanjutan. Kota Kupang kini optimis menjadi pelopor dalam inovasi pelayanan publik di Indonesia.( Advetorial – Pelayanan Publik )
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











