“Walaupun secara fisik mengalami deviasi plus 1,7 persen tidak membuat kami santai. Tapi, kami terus mengejar ketertinggalan waktu yang terpotong seminggu saat liburan Hari Raya Paskah dan Hari Raya Idul Fitri. Saat ini, semua tukang sudah lengkap. Jadi, kami berlakukan jam lembur untuk menggenjot pekerjaan,” jelasnya.
Seperti diketahui, proyek pekerjaan yang dikelola oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Nusa Tenggara Timur di bawah payung Kementerian PUPR itu menelan anggaran sebesar Rp 57.898.700.000 dengan waktu pelaksanaannya 330 hari kalender. (red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










