Sementara itu, RD. Petrus Krisologus Taitoh menceritakan perjalanan panggilan imamatnya yang telah ditempuh selama kurang lebih 14 tahun hingga akhirnya ditahbiskan sebagai imam Keuskupan Agung Kupang. Ia memulai perjalanan tersebut pada 2012 dengan memasuki Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi, kemudian melanjutkan pembinaan di Atambua, Seminari Tinggi, serta menempuh pendidikan filsafat.
Ia mengangkat motto imamatnya, “Engkau Telah Melakukannya untuk Aku”, sebagai landasan pelayanan yang menempatkan Tuhan sebagai pusat dan memandang setiap orang sebagai perwujudan kasih Kristus. Tekadnya untuk menjadi imam semakin mantap pada 8 Desember 2016 saat menerima jubah rohaniwan, hingga akhirnya ditahbiskan pada 6 Januari 2026 oleh Uskup Keuskupan Agung Kupang.
RD. Petrus mengakui pergumulan terberat dalam panggilannya adalah menyadari keterbatasan diri. Namun, berkat bimbingan para pembina dan pengalaman langsung di medan pelayanan, ia terus bertumbuh menjadi imam yang setia, berdedikasi, dan bermanfaat bagi Gereja serta umat
Acara ini turut dihadiri Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui sekaligus Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD. Krispinus Saku; Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD. Erick Fkun; Ketua Unio Keuskupan Agung Kupang, RD. Bob Muda; Ketua Panitia Misa Perdana, Gabriel Pakaenoni; Yubilaris RD. Petrus Krisologus Taitoh; para imam konselebran, biarawan-biarawati, seminaris, serta umat Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











