KUPANG, fokusnusatenggara.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima kunjungan audiensi dari Anggota Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Muhammad Ansor Orang, di ruang kerja Wali Kota Kupang, Jumat (11/7/2025).
Pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mengingat keduanya pernah bersama-sama duduk di Komisi V DPRD NTT periode 2019-2024 sebelum dr. Christian Widodo terpilih menjadi Wali Kota Kupang.
Dalam kesempatan tersebut, Ir. Muhammad Ansor menyampaikan maksud kunjungannya, yakni dalam rangka persiapan kegiatan reses yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat di wilayah Kota Kupang. Ia memandang penting pertemuan tersebut untuk mendiskusikan berbagai hal strategis yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari konstituennya, sekaligus mendorong sinkronisasi program antara Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi.
Beberapa isu strategis yang dibahas meliputi sektor kesehatan, infrastruktur, pengelolaan sampah, air bersih, dan perlindungan tenaga kerja informal. Dalam bidang kesehatan, Ir. Ansor mengapresiasi capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Kupang yang telah mencapai 117%, dengan non cut-off sebesar 87% hingga saat ini. Menanggapi hal itu, Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa Pemerintah Kota telah meluncurkan program inovatif Dana Pengaman senilai 3 miliar rupiah di RSUD S. K. Lerik.
Program ini ditujukan untuk membantu warga tidak mampu yang membutuhkan penanganan kegawatdaruratan namun terkendala keanggotaan BPJS atau dokumen kependudukan, dan telah disiapkan sesuai dengan ketentuan regulasi.
Wali Kota juga menjelaskan langkah konkret pemerintah dalam penanganan sampah melalui penyusunan roadmap pengelolaan sampah. Dalam anggaran perubahan tahun 2025, Pemerintah Kota Kupang akan mengalokasikan dana untuk pengadaan 800 unit kontainer sampah dari total kebutuhan 1.347 unit agar setiap RT memiliki 1 kontainer. Selain itu, akan disediakan 51 kontainer besi untuk masing-masing kelurahan dan pembangunan TPST di setiap kecamatan yang dilengkapi teknologi sederhana seperti mesin pencacah plastik, alat cetak bata dari plastik, pengolahan eco enzym, magot, dan pupuk bokasi. Targetnya, sebanyak 85% sampah diolah tuntas, dan hanya 15% residu yang akan dibuang ke TPA.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











