“Semua tim saat ini sedang bekerja keras. Konsentrasi tim hanya bagaimana Paket SIAGA bisa menang dalam kontestasi Pilgub ini. Saya kira gangguan-gangguan semacam baliho yang bertebaran dari oknum tak dikenal ini tidak akan mempengaruhi hati masyarakat yang sudah terlanjur di Paket SIAGA,” pungkas Kristo.
Kampanye Hitam
Sementara itu, Direktur SIAGA Center sekaligus Juru Bicara (Jubir) Koalisi Pemenangan Paket SIAGA, Yusinta Ningsih Nenobahan secara tegas mengatakan baliho liar yang terpasang menggunakan foto Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu adalah bentuk kampanye hitam.
Yusinta menjelaskan, sesuai aturan, dalam mencetak baliho wajib menggunakan desain yang sudah dimasukkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT. Sementara baliho yang beredar menggunakan foto Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu ditambah foto mantan Gubernur NTT Viktor Laiskodat bukan desain dari Tim SIAGA.
“Yang terjadi saat ini positif merupakan black campaign atau kapanye hitam yang dilakukan oleh pihak lawan,” tegas Yusinta.
Yusinta menjelaskan bahwa saat ini seluruh tim pemenangan, relawan dan organ inti Paket SIAGA semakin solid dan terus bekerja keras. Bahkan, senada dengan Kristo Blasin, Yusinta mengkui kalau elektabilitas Paket SIAGA terus meroket.
“Mungkin ini yang membuat lawan ketar-ketir. Seluruh Tim SIAGA tetap rapatkan barisan di sisa waktu 7 hari menuju kemenangan,” pungkas Yusinta.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











