“Bapak dan ibu semua, serta saudara dan saudari semua, rumah jabatan Gubernur itu rumah rakyat, saya akan jadikan rumah rakyat. Silahkan ke rumah rakyat itu jika saya terpilih. Saya siap menerima, sebagai pelayan publik untuk rakyat NTT” tegas Simon Petrus Kamlasi disambut riuh tepukan tangan dari puluhan ribu massa pendukung itu.
Bahkan dengan tegas mantan prajurit TNI-AD, itu mengaku jika dirinya tak ingin duduk dan diam di dalam ruangan yang dilengkapi dengan air conditioner (AC). Seperti di kantor Gubernur NTT, dia tak mau menikmati ruangan ber-AC itu 24 jam. Ia ingin turun rakyat untuk menerima dan mencari solusi terkait persoalan-persoalan rakyat.
“Kantor Gubernur pun demikian, saya ingin turun ke rumah-rumah rakyat. Saya tidak mau duduk di ruangan yang ber-AC lalu lihat rakyat tinggal di gubuk yang sudah reot atau rusak. Saya mau mengabdikan diri saya untuk rakyat,” pungkasnya.
Maka dari itu, cetus Simon Petrus Kamlasi, dengan adanya rumah gubernur dijadikan rumah rakyat, ini diharapkan masyarakat NTT bisa mengetahui dan mengawal kegiatan Gubernur yang akan terpilih di Pilkada 2024 ini.
“Ketika saya turun ke rumah-rumah rakyat dan sudah gelap, saya tidur di situ. Tidur di tanah, duduk di tanah dengan rakyat, itulah kantor saya. Kantor saya bukan saja di kantor Gubernur tapi di rumah-rumah rakyat. Saya buktikan ini,” imbuhnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











