“Berkat motivasi dari Bapak Simon, kami akhirnya bisa panen jagung dalam jumlah yang lebih dari cukup,” ungkap petani tersebut.
Kini, anggota kelompok tani di Desa Kualin bisa memanen kurang lebih 20 hingga 21 ton, dan setahun bisa panen sampai tiga kali.
“Setahun kami panen sampai tiga kali,” sebutnya.
Di tempat yang sama, calon gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi mengatakan, apa yang ia lakukan ini hanya ingin menunjukan bahwa Provinsi NTT bisa maju dengan mengembangkan bidang pertanian.
“Lahan seluas 14 Ha ini adalah contoh konkrit hal positif yang telah kita lakukan Saya tidak perlu banyak bicara, biar alam dan rakyat yang menilai,” kata ujarnya.
Lahan tersebut, terang Kamlasi, hanya dialiri oleh satu pipa yang dirancang dengan tangannya sendiri.
Ke depan, jika terpilih menjadi gubernur NTT, SPK berencana membuka lahan pertanian dan perkebunan sebanyak mungkin.
Pada kesempatan itu, SPK juga menegaskan bahwa untuk mendapatkan anggaran dari pusat bukan hanya dengan meminta-minta tapi juga harus menunjukan kualitas dan kesiapan dari daerah sehingga pemerintah pusat tidak ragu saat menggelontorkan anggaran.
“Kita juga jangan hanya mendapatkan anggaran lewat minta saja, tapi daerah juga harus menunjukan kualitas dan kesiapan kerja dari daerah itu,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











