ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dua negara, Indonesia dan Timor Leste Perkuat Kolaborasi Pengelolaan DAS Lintas Batas

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Kerja sama lintas batas sangat penting untuk menjamin penggunaan dan perlindungan sumber daya air bersama yang adil. “Kolaborasi ini memperkuat kapasitas bersama kita untuk mencapai target SDG’s,” tukasnya.

Pada hari ketiga, sesi kelompok teknis menyelaraskan kebijakan nasional dan rencana pembangunan daerah dengan IA, serta memulai perencanaan Transboundary Diagnostic Analysis (TDA), Strategic Action Plan (SAP), dan pembentukan Joint Forest Working Group (JFWG) serta gugus tugas masyarakat.

Ir. Laksmi Dhewanthi, GEF Focal Point Indonesia, menyampaikan GEF mendukung sepenuhnya project – project yang bisa menciptakan ruangan keberlanjutan bagi pembangunan dan pencapaian komitmen global, salah satunya SDG’s. Dr. M. Saparis Soedarjanto, S.Si., M.T, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, menambahkan, pembentukan Joint Forest Working Group (JFWG) dan gugus tugas masyarakat dapat memperkuat upaya pengelolaan DAS yang lebih baik dan pelestarian hutan berkelanjutan di antara kedua negara, terutama dalam kerangka kerja sama ASEAN ke depan.

Baca Juga :  Mahasiswa Kupang Asal Papua Demo Minta Refrendum

Manuel Mendes, Direktur Negara Conservation International Timor Leste, menegaskan keberhasilan proyek ini tergantung pada partisipasi yang bermakna di semua tingkat pemerintah, komunitas lokal, dan akademisi.

“DAS yang kita bagi mengikat kita tidak hanya secara geografis, tetapi juga secara sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Johan Rachmat Santosa, Pimpinan Teknis dari Inovasi Tangguh Indonesia, menambahkan, proyek ini memastikan partisipasi dan kolaborasi yang bermakna dari komunitas di kedua negara.

Baca Juga :  Pemprov NTT Jalin Kolaborasi dengan Diaspora untuk Bangun Daerah

Dukungan terhadap inisiatif yang dikelola oleh masyarakat memperkuat ketahanan lokal terhadap air, pangan, dan ekonomi sekaligus membangun daya lenting terhadap ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim.

Sebagai langkah selanjutnya, kedua negara akan menyusun kerangka acuan untuk TDA dan merekrut para ahli bersama untuk melakukan analisis awal.

Lokakarya ditutup dengan optimisme baru dan mandat yang kuat untuk melanjutkan perlindungan DAS bersama.

  • Bagikan