ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

AKSI SIAGA, Tekan Angka Kemiskinan Provinsi NTT Menjadi  10 Persen

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Tingkat kemiskinan cenderung menurun, namun perlu diperhatikan adanya indikasi kemiskinan kronis di antara 1,14 juta penduduk di NTT. Mereka adalah kaum marginal dalam kehidupan sosial maupun ekonomi. Banyak sekali di antaranya yang masuk kategori sangat miskin (ekstrem) dengan pengeluaran per kapita sangat jauh di bawah GK sehingga perlu program pengentasan yang berlapis.

Meskipun sudah menerima bantuan sosial tunai, program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan, program keluarga harapan, dan bantuan lainnya namun mereka tetap sulit untuk keluar dari perangkap kemiskinan.

Mengulik kondisi kemiskinan di NTT, maka pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA)mengejawantahkan dalamNawa Aksi SIAGA yakni :

  1. SIAGA air, energidan infrastruktur
  • Pemenuhan, tatakelola dan ketersedian air bersih melalui pembangunan jaringan perpipaan dan teknologi pompa hidram;
  • Tata kelola air di DAS dan Kali untuk menangkap dan menampung air sekaligus mereduksi risiko bencana;
  • Pembangunan ketahanan energi melalui pengembangan energi baru terbarukan/EBT (Flores Geothermal Island, Sumba Iconic Island and Timor Biomass Island);
  • Pengembangan irigasi dan embung untuk pertanian dan peternakan;
  • Penurunan indeks risiko bencana menjadi 100 poin;
  • Penurunan ketimpangan pembangunan antar wilayah dan kepulauan.
Baca Juga :  Di Kota Kupang, Paket SIAGA Unggul 44,66 Persen

 

  1. SIAGA Pendidikan, Kesehatan, EkonomidanSosial
  • SMU/SMK unggulan di setiap kabupaten dan kota;
  • Bridging program bagi lulusan SMU/SMK dan PT untuk studi lanjut keluar negeri (1000 orang selama 5 tahun);
  • Peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan;
  • Peningkatan dana hibah rumah ibadah, lembaga keagamaan, pendidikan swasta dan lembaga pendidikan berbasis agama;
  • Penurunan stunting menuju satu digit;
  • Penurunan kematian ibu dan anak menuju nol kasus;
  • Peningkatan jumlah dokter ahli, perhatian insentif perawat, bidan, kader posyandu dan tenaga gizi;
  • Pemberdayaan 10.000 bisnis starup untuk generasi Y-Z;
  • Penurunan kemiskinan menuju 10 persen dan nol persen kemiskinan ekstrem;
  • Optimalisasi destinasi wisata yang sudah dikembangkan termasuk Kawasan Astro Wisata Langit Malam Gunung Timau;
  • Peningkatan kunjungan 1 juta wisatawan per tahun dan lama tinggal 5 hari;
  • PAD meningkat 40 persen dari total APBD selama lima tahun;
  • Memberi akses kaum difabel dan sektor formal dan informal;
  • Revitalisasi rumah adat dan pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT).
  1. SIAGA TataKelolaBirokrasidanHukum
  • Peningkatan mutu sumber daya manusia aparatur sipil negara (SDM ASN [250 S2, 50 S3 selama lima tahun]), dan kesejahteraan ASN (lanjut TPP);
  • Pemenuhan target Standar Pelayanan Minimum (SPM) 100 persen;
  • Peningkatan indeks reformasi birokrasi menjadi 70.00, sistem pelayanan berbasis elektronik (SPBE) menjadi 4—5 poin dan pelayanan publik menjadi 4—5 poin;
  • Peningkatan kepatuhan hukum dan restoratifjustice(mengedepankan kearifan lokal setempat);
  • Pemberantasan praktik mafia hukum dan tindak pidana perdagangan orang (human trafficking);
  • Pemberantasan praktik illegal di bidang perikanan, kehutanan, pertambangan, migrasi dan perdagangan;
  • Pencapaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) berkategori tinggi.
Baca Juga :  Caleg Terpilih KPU Lima Daerah Ditetapkan Pasca Putusan MK

Persoalan pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem pun menjadi atensi khusus Pemerintah Provinsi NTT dalam kurun beberapa dasawarsa. Pemprov NTT mengejawantahkan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengarahkan semua kepala daerah agar memprioritaskan mandiri pangan untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur dan akan dicapai dalam jangka panjang pada tahun 2045 mendatang.

Baca Juga :  Ini Daftar 49 Penumpang Pesawat Trigana yang Jatuh

Kondisi tersebut selaras dengan dijadikannya sektor pariwisata dan pertanian sebagai penggerak ekonomi masyarakat dan daerah yang mana memperoleh dukungan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT yang berfokus pada peningkatan sektor pertanian dan pariwisata yang selalu menjadi unggulan dan penopang pertumbuhan perekonomian NTT.

 

 

  • Bagikan