ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

PKK dan BPDAS Satukan Aksi di TTU: Menanam Pohon, Menumbuhkan Harapan

Avatar photo
Reporter : DICKY TAUNAISEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Kalau hujan turun di hulu, seperti di wilayah TTU atau TTS, hanya butuh beberapa jam saja untuk air sampai ke Malaka. Di situlah bahayanya. Kalau kita tidak punya hutan yang cukup sebagai daerah resapan, maka banjir akan sulit dicegah,” jelasnya.

Ia menegaskan, penanaman pohon bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal ekonomi dan ketahanan pangan.

“Kalau tanaman ini hidup, maka ekonomi keluarga juga bisa ikut tumbuh. Apalagi kalau yang ditanam adalah pohon buah-buahan, bisa menjadi sumber pangan bergizi dan tambahan pendapatan,” tambahnya.

Baca Juga :  Soal Polemik SK Teda Malaka, Refafi Gah : Pemimpin Itu Harus Mengayomi

BPDAS Benain Noelmina berkomitmen untuk mendukung gerakan PKK TTU dengan menyalurkan berbagai jenis bibit, termasuk tanaman buah okulasi, tanaman keras, serta pohon-pohon untuk penghijauan kawasan permukiman.

“Kami akan registrasikan bantuan bibit ke PKK. Ada bibit buah-buahan, tanaman peneduh untuk tata kota, juga tanaman kayu. Penanamannya kami dorong dilakukan oleh rumah tangga, supaya perawatannya lebih intensif. Kapan pun bisa ditanam, asal disiram dan dirawat dengan baik,” terang Kludolfus.

Baca Juga :  Bupati Kupang Ancam Copot Kadis P dan K Karena Mutasi Pegawai P3K Dengan Pertimbangan Politik

Ia berharap, gerakan menanam ini bisa berkembang menjadi budaya masyarakat NTT.

“Kegiatan ini jangan hanya sekali. Kita ingin menjadikan menanam sebagai kebiasaan, sebagai budaya. Menanam bukan hanya untuk sekarang, tapi untuk menyelamatkan generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Data dari BPDAS menunjukkan, wilayah DAS Benain-Noelmina mencakup 41% di Kabupaten TTU, 38% di Kabupaten TTS, dan sisanya tersebar di Malaka dan wilayah sekitarnya. Ini menjadikan TTU sebagai titik strategis dalam pemulihan kawasan hulu dan pengendalian banjir di wilayah hilir.

  • Bagikan